Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tren Ruang Kerja di Rumah yang Sudah Kuno Menurut Desainer

Kompas.com, 19 Agustus 2021, 14:30 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Hunker

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum pandemi virus Covid-19, ruang kerja di rumah sering dianggap sebagai ruang tambahan. 

Namun, sejak diterapkannya bekerja dari rumah atau work from home akibat virus corona, ruang kerja di rumah telah berkembang menjadi ruang penting. 

Pada gilirannya, ada dorongan kolektif untuk menciptakan lebih banyak ruang kerja untuk meningkatkan produktivitas dan konsentrasi. 

Baca juga: Pentingnya Ruang Terbuka dan Ventilasi di Ruang Kerja

Tak hanya itu, banyak orang yang juga mulai membuang tren ruang kerja yang sudah ketinggalan zaman dan memberi perombakan yang sangat dibutuhkan.

Lantas, tren ruang kerja seperti apa yang sudah kuno? Dan seperti apa yang sedang populer?  

Melansir dari Hunker, Kamis (19/8/2021), berikut ini tren ruang kerja di rumah yang sudah ketinggalan zaman menurut para desainer interior? 

Baca juga: Simak, 7 Tren Dekorasi Ruang Kerja yang Sudah Ketinggalan Zaman 

Meja eksekutif

Meja eksekutif adalah meja besar dan lebar yang biasanya terlihat di perkantoran tradisional.

Menurut Sharon Falcher dan Sherica Maynard, desainer dan pendiri Desain Interior oleh S&S, karya ini sedang menuju perjalanan keluar alias mulai ketinggalan zaman. 

Baca juga: 5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Mempercantik Ruang Kerja

"(Meja eksekutif) sangat penting pada tahun 90-an dan awal 2000-an," kata Falcher dan Maynard. 

Namun, saat ini, semakin sedikit orang yang mencari tampilan meja eksekutif yang besar. Falcher dan Maynard mengatakan, banyak kliennya kini mencari lebih meja tulis yang memiliki ukuran lebih kecil.  

Baca juga: 6 Tanaman Warna-warni untuk Mencerahkan Ruang Kerja di Rumah 

Papan gabus tradisional

Seperti meja eksekutif, papan gabus organisasi umum digunakan pada tahun 90-an dan awal 2000-an. "Ini adalah alat organisasi yang hebat, tetapi orang-orang kini menjadi lebih digital," ucap Falcher dan Maynard.

Saat ini, orang tidak lagi memerlukan papan gabus untuk membuat daftar tugas sebagai pengingat. Jadi, pertimbangkan kembali menggunakannya untuk ruang kerja di rumah. Sebaiknya, memakainya sebagai dekorasi saja.  

Baca juga: Bukan Mitos, Ini 3 Manfaat Tanaman di Ruang Kerja 

Sistem pengarsipan fisik

Sistem penyimpanan seperti lemari arsip (atau tumpukan folder) kini semakin kuno serta tidak diperlukan lagi berkat kemajuan teknologi.

“Berkat penyimpanan Cloud, kami tidak lagi membutuhkan (banyak) penyimpanan file fisik untuk tumpukan dokumen yang tak ada habisnya,” kata Mary Maloney, desainer interior dan pemilik Desain Interior Bee's Knees.

"Dengan menghilangkan lemari arsip yang tidak menarik, kami sekarang memiliki lebih banyak ruang dan kebebasan untuk berkreasi." 

Baca juga: 5 Ide Membuat Ruang Kerja di Rumah Tidak Membosankan dan Penuh Warna  

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau