Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 29 Agustus 2021, 11:40 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gulma menjadi tumbuhan yang merugikan tanaman. Kemunculan gulma akan mengganggu pertumbuhan tanaman yang sehat dan yang sedang tumbuh.

Untuk itu, kemunculan gulma harus cepat ditangani agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman yang sehat. 

Baca juga: Sering Dibuang, Ini Manfaat Gulma untuk Tanaman

Dilansir dari Real Simple, Minggu (29/8/2021), cara yang biasa dilakukan untuk menyingkirkan gulma di sekitar tanaman adalah mencabutnya.

Namun, sebenarnya, pertumbuhan gulma di sekitar tanaman dapat dibasmi menggunakan bahan-bahan alami seperti berikut ini. 

Baca juga: Cara Membuat Herbisida Alami yang Ramah Lingkungan untuk Basmi Gulma 

Cuka, garam, dan sabun cuci piring 

Untuk membunuh gulma, Anda dapat menggunakan cuka, garam, dan sabun cuci piring. Sabun cuci piring membantu larutan menempel pada gulma.

Campurkan bahan-bahan ke dalam botol sesuai dengan perbandingan yang sama, lalu kocok hingga semua bahan tercampur. 

Baca juga: Gulma di Halaman Rumah Bisa Dibasmi dengan Cuka, Begini Caranya

Campuran bahan efektif membunuh tanah sehingga tidak ada lagi gulma yang tumbuh di sekitarnya. Namun, hati-hati saat menggunakannya karena dapat terkena bunga atau tanaman yang sehat.

Sebaiknya, lakukan metode ini saat hari sedang cerah karena asam alami akan membakar tanaman dan garam akan mengerut saat matahari terbenam.

Baca juga: Air Mendidih Bisa Bunuh Gulma, Begini Caranya 

Koran 

Cara selanjutnya membasmi gulma pada tanaman adalah menggunakan koran. Koran dapat menghalangi pertumbuhan gulma dan benih baru terbentuk dengan menghalangi sinar matahari dan udara.

Tutup gulma dengan koran dan gulma tidak akan muncul. Koran pada akhirnya akan rusak juga sehingga tidak perlu melakukan pembersihan. 

Baca juga: 3 Cara Alami Singkirkan Gulma yang Membandel 

Air mendidih 

Menggunakan air mendidih merupakan cara yang murah, sederhana, efektif, dan benar-benar bebas bahan kimia.

Ambil panci berisi air mendidih dan tuangkan pada gulam dan itu akan membunuhnya segera. Pastikan menyiramnya di dekat tanaman dan tuangkan perlahan agar tidak terciprat.

Jika gulma masih saja tumbuh kembali, ulangi proses tersebut sampai area bebas dan bersih dari gulma. 

Baca juga: 7 Manfaat Cuka Apel di Rumah, Bisa Membunuh Gulma dan Kutu 

Lemon 

Perasan lemon berfungsi sebagai asam alami untuk membasmi gulma. Caranya, isi botol semprot dengan perasan lemon. Larutan alami ini akan mengering dan membunuh gulma dalam satu atau dua hari.

Untuk formula ekstra kuat, campurkan lemon dengan cuka asam. Jenis cuka yang dijual di toko kebun atau pembibitan lebih kuat daripada pilihan di supermarket.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau