Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Memilih Warna Terbaik untuk Dapur Menurut Feng Shui

Kompas.com, 6 Oktober 2021, 22:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam feng shui, ada beberapa ruangan dan area yang sangat penting di rumah, salah satunya dapur.

Dapur adalah tempat untuk memasak makanan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Hal ini mewakili bagaimana Anda memelihara diri sendiri, yang mempengaruhi vitalitas dan kesejahteraan secara keseluruhan. 

Baca juga: 6 Trik Menata Dapur Kecil Tetap Rapi dan Teratur

Selain itu, dapur juga merupakan tempat menyimpan makanan, yang juga mempengaruhi kesehatan. Aspek penting lainnya dari dapur adalah sebagai jantung rumah

Ini adalah area sentral keluarga, kerabat, dan tama sering berkumpul untuk mengobrol, makan, menikmati minuman, serta menghabiskan waktu bersama.

Dalam feng shui, dapur juga mewakili seberapa baik yang dapat Anda lakukan di dunia ini. Sebab, jika Anda dapat memberi makan diri sendiri dan keluarga dengan makanan bergizi serta seimbang, Anda dapat memperoleh banyak kesuksesan serta kemakmuran. 

Baca juga: 7 Hal yang Dibutuhkan Dapur Bergaya Farmhouse

Menyeimbangkan Lima Elemen

Orang sering bertanya tentang warna terbaik untuk dapur menurut feng shui. Ada banyak cara berbeda melihat warna dalam feng shui.

Namun, dilansir dari The Spruce, Rabu (6/10/2021), salah satu pendekatan paling sederhana untuk menerapkan teori warna feng shui adalah melihat lima elemen. 

Lima elemen atau lima fase adalah praktik yang digunakan dalam feng shui. Lima unsur itu adalah tanah, api, air, kayu, dan logam.

Baca juga: Cara Membersihkan Peralatan Dapur Stainless Steel agar Tetap Mengilap

Masing-masing elemen sesuai dengan jenis energi tertentu dan mereka bekerja sama untuk menyeimbangkan serta memberi makan satu sama lain. Setiap elemen juga terhubung ke warna tertentu.

Salah satu cara bekerja dengan lima elemen dan warna di dapur adalah mempertimbangkan bahwa sudah ada dua elemen yang ada, yakni api dan air. 

Elemen terpenting di dapur adalah api yang ada di kompor. Bahkan, meski menggunakan kompor listrik atau gas, Anda masih memiliki elemen api pemanas tempat memasak makanan. Di dapur, Anda juga memiliki elemen air dalam bentuk wastafel.

Baca juga: 4 Tips Merenovasi Dapur dengan Anggaran Terbatas

Lantaran dapur sudah memiliki elemen api dan air, Anda mungkin ingin menghindari menambahkan lebih banyak warna elemen api dan air.

Namun, kelima elemen itu harus seimbang tanpa ada kelebihan atau kekurangan salah satu elemen tertentu. Air terhubung dengan warna hitam. 

Tidak apa-apa memiliki aksen hitam, tetapi terlalu banyak air dapat memadamkan api yang dibutuhkan di dapur, jadi sebaiknya hindari terlalu banyak warna hitam. 

Baca juga: 8 Inspirasi Dapur Putih, Klasik dan Elegan

Anda mungkin juga ingin menghindari banyak warna merah di dapur, yang melambangkan api. Namun, terlalu banyak api di dapur dapat membakar sumber daya Anda.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau