Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 9 Oktober 2021, 15:00 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Banyak pemilik anjing memberikan anjingnya makanan mentah karena berbagai alasan, salah satunya agar tidak kehilangan sifat alamiahnya di alam liar.

Ayam mentah adalah salah satu makanan mentah yang terkadang diberikan pemilik anjing kepada hewan peliharaannya.

Unggas mentah ini mungkin tampak lebih sehat daripada kibble olahan, tetapi dapat menyebabkan masalah serius bagi anjing yang mengonsumsinya.

Lalu, amankah memberikan makan ayam mentah untuk anjing? Melansir dari The Spurce pada Sabtu (9/10/2021) berikut ini risiko yang akan menimpa anjing peliharaan Anda jika mengonsumsi ayam mentah.

Baca juga: Bolehkah Kucing Makan Makanan Anjing?

Infeksi salmonella

Salmonella sp. adalah penyebab keracunan makanan yang paling umum, dan terdapat pada banyak makanan yang tidak dimasak atau kurang matang, termasuk ayam.

Bakteri tersebut dapat ditemukan di usus atau kotoran hewan dan tidak aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, ketika kamu menyimpan ayam mentah untuk anjingmu, bakteri salmonella ini dapat menyebar ke tangan, meja, piring, peralatan makan, mangkuk anjing, dan masuk ke mulut anjing.

Jika bakteri ini kemudian masuk ke mulut seseorang atau mulut anjing dengan kadar yang cukup tinggi, maka dapat terjadi infeksi dan gejala Salmonellosis.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk dari Kotoran Ayam

Jika bakteri ini kemudian masuk ke mulut seseorang atau mulut anjing dengan kadar yang cukup tinggi, maka dapat terjadi infeksi dan gejala Salmonellosis.

Mengabaikan infeksi bisa berakibat fatal jika anjing Anda memiliki sistem kekebalan yang buruk atau dysbiosis usus yang parah.

Salmonella bukanlah sesuatu yang dapat Anda lihat tanpa mikroskop sehingga tidak ada cara bagi Anda untuk mengetahui apakah ayam mentah yang Anda berikan ke anjing telah terkontaminasi.

Baca juga: Kotoran Ayam Ternyata Bisa Jadi Pupuk, Begini Memanfaatkannya

Tersedak tulang ayam

Ilustrasi tulang ayam Ilustrasi tulang ayam

Ayam memiliki tulang dan jika Anda memberi makan ayam mentah kepada anjing Anda, ada kemungkinan risiko ayam akan tersedak bisa lebih tinggi.

Tulang dapat menyebabkan penyumbatan di perut atau saluran usus, menusuk organ dalam anjing, tersangkut di mulut atau tenggorokan, dan mematahkan gigi. Anda bisa menghilangkan tulang ayam pada daging untuk menghindari risiko ini.

Baca juga: Cara Membersihkan Noda Opor Ayam di Pakaian dan Perlengkapan Makan

Malnutrisi

Jika Anda memberi makan ayam mentah secara eksklusif atau lebih dari 50% dari konsumsi makanan harian anjing, maka anjing akan mengalami malnutrisi yang serius.

Ayam bukanlah makanan yang lengkap dan seimbang untuk anjing dalam hal nutrisi maupun gizi. Jika seekor anjing tidak menerima semua vitamin dan mineral yang dibutuhkannya, maka ia akan menderita berbagai masalah termasuk patah tulang dan masalah organ.

Anjing membutuhkan lebih dari sekedar daging ayam mentah untuk tumbuh sehat dan kuat. Jika Anda memberi makan makanan yang lengkap dalam segi gizi dan nutrisi maka anjing peliharaan Anda tidak akan mengalami malnutrisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau