Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Trik Menciptakan Dapur Bernuansa Unik dan Perdesaan

Kompas.com, 24 November 2021, 13:15 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Roohome

JAKARTA, KOMPAS.com - Desain dapur terus berubah mengikuti perkembangan zaman.

Bila, dulu sebagian besar rumah menginginkan tampilan dapur generik. Namun, hari ini, ekspektasinya jauh lebih tinggi, yakni tampilan dapur yang antik dan perdesaan. 

Baca juga: 5 Alasan Perlu Memiliki Meja Kitchen Island di Dapur

Banyak orang mengasosiasikan menghadirkan tampilan serta suasana dapur yang antik dan perdesaan perlu mendekorasi ulang dapur atau peningkatan yang mahal. 

Padahal, untuk mendapat tampilan demikian, Anda tak perlu merenovasi dapur serta tidak sesulit yang dibayangkan. Sebenarnya, ada beberapa cara mudah untuk mendapat tampilan demikian. 

Melansir dari Roohome, Rabu (24/11/2021), berikut tiga trik menciptakan dapur bernuansa unik dan perdesaan. 

Baca juga: Ingin Membuat Dapur Outdoor? Ini 4 Ide Desain Terbaik yang Bisa Dicoba 

Ganti countertops dengan model yang lebih unik

Ilustrasi dapur rumah bergaya pertanian modernUnsplash/Collov Home Design Ilustrasi dapur rumah bergaya pertanian modern
Countertops atau meja untuk memasak tidak hanya sebagai bagian fokus untuk seluruh dapur, tetapi sebagai salah satu elemen kunci yang menentukan gaya seluruh ruang

Artinya, jika saat ini memiliki countertops yang sangat biasa, segera menggantinya dengan model yang lebih unik dan ala perdesaan. 

Dengan demikian, dapat dengan mudah memberikan titik awal serta dasar yang baik untuk nuansa yang ingin diciptakan. 

Baca juga: Tips Menciptakaan Pencahayaan Dapur yang Maksimal 

Ubah cat menjadi wallpaper

Wallpaper dulu populer, tetapi baru-baru ini telah digantikan oleh cat warna solid. Namun, untuk tampilan yang benar-benar kuno, pertimbangkan untuk beralih kembali ke wallpaper. 

Ini adalah perubahan yang mudah dilakukan karena bisa memasang wallpaper langsung di atas dinding yang dicat untuk perbaikan cepat. 

Pilih motif wallpaper yang unik, tapi tetap menghadirkan nuansa atau suasana perdesaan. 

Baca juga: 5 Ide Dapur Sederhana untuk Rumah Minimalis 

Pilih aksesori dan peralatan dapur yang kuno

Sentuhan perdesaan terakhir yang dapat ditambahkan ke dapur tanpa membebani anggaran adalah sejumlah aksesori kuno.

Cara termurah mengakses beberapa aksesori unik adalah berbelanja di toko barang bekas untuk barang-barang khusus dan barang-barang yang tidak dapat ditemukan toko aksesori umumnya.  

Baca juga: Cara agar Mangkuk Kloset Tetap Bersih, Pakai Bahan di Dapur Ini

Anda dapat meng-upgrade peralatan yang memiliki tampilan lebih kuno. Pilih peralatan yang lebih banyak getaran antik, penampilan perdesaan, dan gaya kitsch yang kembali populer.

Namun, ini tidak berarti bahwa Anda harus melalui proses konstruksi yang sangat mahal atau panjang untuk mencapai tampilan dapur unik dan perdesaan yang sesuai harapan.

Dengan menggunakan tiga langkah ini saja, Anda dapat membuat banyak kemajuan dan mencapai tampilan dapur yang diinginkan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau