Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tanaman Hias yang Bisa Menyegarkan Udara di Rumah

Kompas.com, 14 Desember 2021, 17:57 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Roohome

JAKARTA, KOMPAS.com – Mendekorasi rumah dengan elemen-elemen natural seperti tanaman dalam ruangan atau bunga segar dapat menghadirkan suasana alam dan memanjakan mata. 

Selain itu, pilihan tanaman dalam ruangan yang tepat juga bisa menyegarkan udara dalam rumah

Melansir dari RooHome, Selasa (14/12/2021), berikut empat tanaman hias yang bisa menyegarkan udara di rumah. 

Baca juga: Pemangkasan Dapat Menyuburkan Tanaman? Ini Penjelasan dan Caranya

Pakis Boston fern

Ilustrasi pakis Bostonshutterstock Ilustrasi pakis Boston
Setiap tanaman penyegar udara memiliki tingkat kesuburan berbeda berdasarkan kondisi masing-masing. Untuk pakis Boston atau Nephrolepis exaltata, tanaman ini berasal dari iklim tropis hutan hujan.

Tak heran, tanaman ini akan tumbuh subur pada lingkungan dengan kelembapan tinggi dan minim cahaya langsung seperti kamar mandi

Suasana lembap yang ditawarkan kamar mandi akan memudahkan pakis Boston mengekstraksi karbon dioksida, xilena, dan formaldehida dari udara.

Baca juga: Cara Merawat Monstera Dubia, Tanaman Hias Berdaun Unik

Peace lily

Ilustrasi tanaman hias bunga peace lily.SHUTTERSTOCK/TATYANA ABRAMOVICH Ilustrasi tanaman hias bunga peace lily.
Peace lily atau lili perdamaian (Spathiphyllum) memiliki tampilan elegan dan menawan yang membuatnya menjadi pilihan populer selain karena perawatannya yang tidak terlalu sulit.

Tanaman lili perdamaian tidak memerlukan terlalu banyak cahaya. Dengan perawatan yang tepat, peace lily bisa hidup selama bertahun-tahun dan dapat mekar dua kali dalam setahun.

Menurut peneitian Clean Air Study dari NASA, tanaman hias ini bisa menjaga udara tetap bersih karena mengeliminasi bahan kimia tingkat tinggi seperti benzena, formaldehida, trikloretilen, dan amonia dari udara.

Baca juga: Selain Tidur Nyenyak, Ini 4 Manfaat Meletakkan Tanaman di Kamar Tidur

Lidah mertua

Lidah mertua juga termasuk pilihan tanaman dalam ruangan yang baik untuk kesehatan. Tanaman ini sangat cocok untuk kamar tidur.PEXELS/CHARLOTTE MAY Lidah mertua juga termasuk pilihan tanaman dalam ruangan yang baik untuk kesehatan. Tanaman ini sangat cocok untuk kamar tidur.
Tanaman lidah mertua atau Dracaena trifasciata, yang juga dikenal dengan snake plant, dikenal sebagai tanaman dalam ruangan yang tahan lama.

Lidah mertua memiliki daun yang panjang dan ujung yang runcing sehingga bisa menyebabkan luka jika tidak hati-hati menanganinya.

Tanaman hias lidah mertua bisa tumbuh baik dalam lingkungan kering, tidak perlu sering menyiramnya, dan bisa tumbuh dalam cahaya apa pun.

Baca juga: Jangan Dibuang, Air Bekas Rebusan Kentang Bermanfaat Untuk Tanaman

Meski demikian, cahaya tidak langsung merupakan lingkungan paling kondusif bagi pertumbuhan tanaman hias ini. 

Lidah mertua membantu menyaring dan memurnikan udara di dalam rumah serta mengubah karbon dioksida menjadi oksigen pada malam hari.

Kamu bisa menaruh tanaman lidah mertua dalam kamar tidur karena memiliki tingkat oksigen paling tinggi di antara tanaman dalam ruangan lainnya.

Baca juga: 5 Tanaman Hias Berdaun Hitam yang Unik dan Eksotis 

Dracaena fragrans

Dracaena fragrans merupakan tanaman tropis asal Afrika yang mirip dengan pohon palem mini. Pemeliharaannya tidak terlalu sulit lantaran hanya memerlukan sedikit penyiraman karena berasal dari iklim panas.

Kendati demikian, tanaman Dracaena fragrans tetap mendapatkan manfaat dari semprotan air atau ditempatkan pada wadah berair. Nantinya, tanaman tersebut akan menciptakan kelembapan dari evaporasi.

Terkait penyegaran dan pemurnian udara, Dracaena fragrans merupakan salah satu yang paling efektif. Tanaman hias ini bisa menghilangkan senyawa berbahaya yang ada di udara seperti benzena, formaldehida, trikloroetilen, juga karbon dioksida.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau