Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

Kompas.com, 16 Desember 2021, 14:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Terlepas dari seberapa mewah desainnya, kamar mandi merupakan salah satu area di rumah yang rentan mengeluarkan bau tak sedap lantaran kelembapan tinggi yang dimilikinya.

Bau dari kamar mandi umumnya berasal dari saluran pembuangan air dan saluran air di wastafel. Dua area ini tersumbat buih sabun, kotoran, dan rambut, yang akhirnya membuat kamar mandi berbau.

Baca juga: Cara Membuat Kamar Mandi Bercat Ungu Terlihat Lebih Terang 

Bau tak sedap di kamar mandi bisa menjadi masalah besar karena membuat udara menjadi tidak sehat, berisiko pada kesehatan, serta mengganggu dan memalukan saat ada tamu berkunjung ke rumah.

Untungnya, ada beberapa cara membuat kamar mandi lebih harum. Melansir dari The Spruce, Kamis (16/12/2021), berikut enam tips menghilangkan bau di kamar mandi. 

Baca juga: Tips Mengatasi Saluran Pembuangan Air Kamar Mandi yang Berbau 

Letakkan penyegar udara

Penyegar udara praktis digunakan dalam keadaan darurat untuk menghilangkan bau, terutama bau yang kuat. 

Tinggalkan botol semprot di kamar mandi untuk digunakan untuk mengusir bau, tetapi jangan hanya mengandalkannya untuk mengurangi bau kamar mandi.  

Baca juga: 5 Tips Mendekor Kamar Mandi Bernuansa Alam yang Sejuk dan Menenangkan

Pastikan ventilasi berfungsi baik di kamar mandi

Ilustrasi kamar mandiUnsplash/Chastity Cortijo Ilustrasi kamar mandi
Semua kamar mandi membutuhkan ventilasi yang baik dan mendapatkan udara segar yang bergerak di sekitar ruangan dapat memberi perbedaan besar pada bau. 

Mempertahankan ventilasi yang baik melibatkan dua faktor utama, yakni memiliki kipas ventilasi yang berfungsi dan menjaga pintu tetap terbuka saat kamar mandi tidak digunakan.

Kedua faktor tersebut dapat menghilangkan bau tak sedap serta kelembapan dari mandi. 

Baca juga: 6 Trik Desain Membuat Kamar Mandi Sempit Tampak Luas 

Jaga handuk tetap bersih dan kering

Salah satu penyebab bau kamar mandi yang sering diabaikan adalah handuk yang kotor atau lembap.

Handuk yang tidak kering atau lembap dapat menumbuhkan bakteri serta jamur yang berbau tidak sedap. Apabila handuk tidak dicuci dalam beberapa saat, ini dapat mempercepat proses pertumbuhan.

Untuk itu, gantung handuk hingga kering setelah setiap kali digunakan dan cuci handuk setidaknya seminggu sekali, termasuk handuk tangan dan waslap. Gunakan pemutih atau air terpanas untuk membunuh kuman yang masuk ke kain. 

Baca juga: Cara Aman Hilangkan Jamur dari Plafon Kamar Mandi 

Nyalakan lilin aromaterapi 

Panas dan asap dari lilin aromaterapi dapat membantu menetralisir bau di kamar mandi. Lilin arometerapi juga bisa menjadi hiasan di suatu tempat di kamar mandi.

Siapkan korek api sehingga dapat menyalakan lilin kapan pun saat diperlukan, tapi jangan pernah meninggalkan lilin tanpa pengawasan dan matikan lilin sebelum meninggalkan kamar mandi. 

Baca juga: 5 Bahan Alami untuk Menghilangkan Noda hingga Bau Kamar Mandi 

Bersihkan kamar mandi secara teratur

Ilustrasi kamar mandi kecil, kamar mandi sempit.SHUTTERSTOCK/MARRY JAYN Ilustrasi kamar mandi kecil, kamar mandi sempit.
Bau tidak sedap yang muncul di kamar mandi menandakan bahwa ruang kecil itu perlu segera dibersihkan.

Kotoran yang menumpuk pada shower dan bathtub, lantai atau dinding kamar mandi, serta wastafel dan meja yang kotor dapat menyebabkan bau jika tidak dibersihkan secara teratur.

Bersihkan kamar mandi setidaknya seminggu sekali dan membersihkan secara menyeluruh setiap satu atau dua bulan sekali. 

Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Menjaga Kamar Mandi Tetap Bersih 

Membuang sampah

Meski tempat sampah kamar mandi tidak berisi sisa makanan dapur, tetap bisa memunculkan bau tak sedap bila tidak rutin dibersihkan atau dibuang. Kosongkan tempat sampah kamar mandi secara teratur. Jangan menunggu sampai penuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau