Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengganti Pegangan Toilet yang Rusak dan Berkarat

Kompas.com, 29 Desember 2021, 11:43 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ahs

JAKARTA, KOMPAS.com - Pegangan toilet atau kloset berfungsi membantu pergerakan saat menggunakan toilet, baik toilet duduk maupun toilet jongkok. 

Biasanya, pegangan toilet dipasang di samping kloset dan umumnya digunakan untuk toilet lanjut usia (lansia) dan toilet penyandang disabilitas. 

Baca juga: Tips Memperbaiki Dudukan Toilet yang Longgar

Namun, sebetulnya, pegangan toilet dapat dipasang pada toilet atau kamar mandi mana pun demi menjaga keamanan dan keselamatan dari risiko terpeleset atau terjatuh.

Pegangan toilet terbuat dari material logam atau stainless steel sehingga rentan mengalami karat, tergores, atau korosi. Untuk itu, penting menggantinya bila rusak atau berkarat.

Mengganti pegangan toilet cukup sederhana dan mudah dilakukan setiap pemilik rumah. Bagian tersulit adalah memilih gaya pegangan baru yang tepat untuk toilet. 

Nah, melansir dari American Home Shield, Rabu (29/12/2021), berikut cara mengganti pegangan toilet yang rusak atau berkarat. 

Baca juga: Cara Membuat Pembersih Toilet dari Bahan Alami dan Menggunakannya 

Pilih pegangan pengganti yang sesuai dengan toilet

Ilustrasi pegangan di kamar mandi. SHUTTERSTOCK/NYIBEAN Ilustrasi pegangan di kamar mandi.
Sebelum mengganti pegangan toilet, Anda harus memilih yang baru. Bagian ini disebut tuas perjalanan toilet. Itu termasuk pegangan luar serta lengan pengangkat yang masuk ke tangki.

Periksa tangki toilet yang ada untuk melihat di mana pegangannya berada, apakah di bagian depan, samping, atau miring. Beberapa pegangan pengganti dirancang untuk posisi pemasangan tertentu, sementara yang lain bersifat universal.

Pastikan memilih pegangan toilet  yang kompatibel. Gunakan nama merek dan nomor model toilet Anda untuk menemukan pegangan yang kompatibel. 

Baca juga: Hati-hati, 6 Benda di Rumah Ini Lebih Kotor dari Toilet 

Putuskan sambungan rantai angkat

Di dalam tangki toilet, Anda akan melihat lengan logam yang memanjang dari tempat gagang toilet masuk melalui sisi atau depan tangki. Ini terhubung ke rantai yang menempel pada katup flush atau flapper. 

Ketika diangkat, katup flush memungkinkan air mengalir keluar dari tangki dan masuk ke mangkuk untuk menyiram toilet.

Catat lubang mana pada lengan pengangkat yang dihubungkan dengan rantai -- sebagian besar lengan pengangkat memiliki setidaknya tiga lubang. Lepaskan rantai dari lengan pengangkat. 

Baca juga: Hati-hati, 3 Hewan Ini Bisa Muncul dari Lubang Kloset

Lepaskan pegangan toilet lama

Gunakan kunci pas bulan sabit untuk mengendurkan mur yang menahan gagang toilet dengan hati-hati. 

Di sebagian besar toilet, mur ini berulir berlawanan dengan kebanyakan mur, yang berarti berputar kidal. Putar mur ke kanan atau searah jarum jam untuk mengendurkannya.

Jangan mencoba memaksa mur untuk mengendur karena bisa memecahkan porselen jika memutar mur terlalu keras dengan cara salah. Jika kesulitan melepaskan mur, coba oleskan pelumas untuk mengendurkan mur. 

Baca juga: Simak, 5 Cara Mudah Mengatasi Kloset Mampet Tanpa Menyedot 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau