Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 13 Januari 2022, 21:35 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Meskipun sudah dicuci dan diberi pewangi pakaian, pakaian yang disimpan di dalam laci seringkali berbau apek dan tak segar. Seringkali penyebab bau apek pada pakaian didalam lemari adalah jamur yang tumbuh di area lembab.

Laci lemari pakaian yang sering tertutup tentu tak mendapatkan cukup udara dan sinar. Ini adalah tempat yang sempurna untuk jamur berkembang biak.

Melansir dari Homely Ville, Kamis (13/1/2022), untuk memastikan pakaian tak kembali berbau apek setelah dicuci, pastikan untuk mencucinya dengan pewangi pakaian. Selain itu, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan di dalam lemari.

Baca juga: Jangan Dilakukan, 6 Mitos Mencuci Pakaian Ini Justru Merusak Baju

Bersihkan isi lemari

Pastikan untuk melakukan pembersihan lemari secara rutin agar tidak ada debu dan jamur yang tumbuh.

Keluarkan seluruh pakaian di dalam laci lemari, bersihkan laci dari debu dan jamur yang mulai tumbuh di permukaan kayu.

Gunakan kain lembut, spray antibakteri, air hangat dan beberapa tetes minyak esensial. Dengan begini lemari akan kembali segar. 

Baca juga: Panduan Mencuci Baju Bayi agar Bersih dan Bebas Kuman

Potpurri

Kamu bisa membuat sendiri pewangi lemari dengan menggunakan bahan alami. Masukkan cengkeh, kayu manis dan potongan jeruk kering kedalam kantong serut lalu letakkan di sudut lemari.

Selain itu kamu juga bisa menggunakan beras yang sudah diberi tetesan minyak esensial. Caranya masukkan beras yang sudah diberi tetesan minyak esensial ke dalam kantong serut lalu letakkan di dalam laci lemari.

Baca juga: Tips Menjaga Baju Putih agar Tak Menguning dan Tetap Bersih

Bubuk kopi

Jika kamu adalah pecinta aroma kopi, kamu pasti sangat suka dengan tips ini. Kopi dikenal sebagai penetralisir bau yang handal. Nitrogen pada bubuk kopi dapat menghilangkan bau tak sedap di dalam lemari.

Gunakan kantong serut atau kaos kaki bekas untuk menyimpan bubuk kopi di dalam lemari. Pastikan untuk menggantinya secara rutin agar tidak tumbuh jamur dan baunya memudar.

Baca juga: 5 Cara Aman Menghilangkan Berbagai Jenis Noda Makanan pada Baju Anak

Sabun batang

Kamu bisa memilih sabun batang dengan aroma yang kuat untuk digunakan sebagai pengharum lemari.

Taruh sabun di dalam lemari, namun pastikan sabun dilapisi kertas atau kain tipis agar minyak dari sabun tidak lengket di baju.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Baju Bahan Linen yang Kusut setelah Dicuci

Baking soda

Jika kamu mencari pewangi lemari yang tidak meninggalkan bau, kamu bisa menggunakan baking soda.

Pastikan untuk menaruhnya di wadah yang aman dan tidak tumpah karena baking soda dapat merusak kayu. Kamu juga bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial untuk membuatnya lebih segar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau