Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Tanaman Dalam Ruangan yang Dapat Mengurangi Masalah Pernapasan

Kompas.com, 6 Februari 2022, 11:05 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menjadi elemen dekorasi yang menarik dan cantik di dalam ruangan, tanaman juga memiliki manfaat lainnya untuk pemiliknya, salah satunya melancarkan pernapasan. 

Menurut American Society for Horticulture Science, tanaman dapat menyembuhkan dengan lebih cepat seseorang yang sedang sakit, mengurangi kecemasan, kelelahan, dan peningkatan rasa positif di dalam ruangan tersebut.

Nah, dilansir dari Balcony Garden Web, Minggu (6/2/2022), berikut 10 tanaman dalam ruangan yang bisa mengurangi masalah pernapasan. 

Baca juga: 6 Tanaman Hias Minim Perawatan yang Cocok untuk Pelancong

Spider plant

Ilustrasi tanaman hias spider plant atau tanaman laba-laba. PEXELS/MATHIAS P. R. REDING Ilustrasi tanaman hias spider plant atau tanaman laba-laba.
Spider plant atau tanaman laba-laba bisa meningkatkan kualitas udara dalam ruangan karena menghasilkan lebih banyak klorofil dibanding tanaman hias lainnya.

Tanaman spider plant juga merupakan bagian dari Studi Udara Bersih NASA dan cukup efisien  menghilangkan formaldehida, xilena, toluena, serta karbon monoksida.

Menurut mantan ilmuwan riset NASA, Bill Wolverton, tanaman laba-laba dapat menghilangkan lebih dari 95 persen zat beracun yang dapat menyebabkan anemia, penyakit jantung, juga masalah pernapasan. 

Baca juga: Ingin Kaya? Letakkan 3 Tanaman Hias Ini di Pintu Depan Rumah 

Peace lily 

Peace lily atau bunga lili perdamaian adalah tanaman hias yang sangat baik untuk mengurangi masalah pernapasan.

Menurut penelitian Jepang, bunga lili perdamaian sama efektifnya dengan pothos emas atau golden pothos dalam menyerap VOC. Tanaman hias ini juga menyerap aseton yang dapat menyebabkan bicara tidak jelas, tekanan darah rendah, dan lesu. 

Baca juga: 4 Tanaman Dalam Ruangan yang Bakal Populer pada 2022

Lidah mertua

Ilustrasi tanaman hias lidah mertua di dalam ruangan. SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi tanaman hias lidah mertua di dalam ruangan.
Menurut penelitian, lidah mertua adalah salah satu tanaman hias yang paling banyak menghasilkan oksigen. 

Tanaman ini tidak hanya menyerap CO2, tetapi juga menghilangkan formaldehida, benzena, toluena, dan xilena dari udara yang dapat menyebabkan iritasi tenggorokan serta hidung.

Palem pinang (Dypsis lutescens)

Pohon palem pinang dikenal karena sifatnya yang memurnikan udara dan pilihan sempurna untuk orang yang mengalami penyakit pernapasan seperti sinusitis, bronkitis, serta asma karena memiliki tingkat transpirasi tertinggi (10).

Tanaman sehat setinggi 1,5-1,8 meter ini melepaskan hingga satu liter (946,35 mililiter) uap air di udara setiap 24 jam. 

Baca juga: 5 Tanaman Hias Indoor yang Cocok untuk Ruang Kerja Tertutup

Lidah buaya

Ilustrasi tanaman lidah buaya jenis Aloe brevifolia.PIXABAY/ABEL DOMINGUEZ Ilustrasi tanaman lidah buaya jenis Aloe brevifolia.
Lidah buaya memiliki banyak khasiat untuk obat, kecantikan, dan perawatan kulit. Ternyata, lidah buaya juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan produk-produknya memiliki kegunaan mengobati kondisi asma.

Sukulen ini juga dikenal mampu menghilangkan benzena dan formaldehida dari udara dalam ruangan, yang dikeluarkan oleh cat dan pembersih berbahan kimia.

Pothos

Ini adalah tanaman hias yang bagus untuk memurnikan udara dalam ruangan dan berdampak langsung pada sistem pernapasan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau