Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Feng Shui: Ini 4 Cara Meletakkan Tanaman untuk Melawan Energi Negatif

Kompas.com, 7 Februari 2022, 09:35 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam feng shui, ada beberapa tanaman hias yang dipercaya dapat membawa keberuntungan tertentu di rumah seperti tanaman giok atau jade plant dan pohon dolar. 

Namun, tahukah Anda bahwa tanaman dapat meminimalkan energi negatif yang diciptakan Sha Qi, yang juga dikenal sebagai panah beracun? 

Baca juga: 3 Warna Terbaik untuk Kamar Mandi Menurut Feng Shui, Apa Saja?

Energi yang tidak menguntungkan ini disebabkan struktur eksternal atau perlengkapan internal rumah. Maka itu,  penting mencari tahu bagaimana menggunakan tanaman untuk mengurangi setiap situasi buruk dan enerfi negatif di rumah. 

Dikutip dari Feng Shui Beginner, Senin (7/2/2022), berikut ini empat cara efektif meletakkan tanaman untuk melawan energi negatif menurut feng shui

Baca juga: 3 Tips Feng Shui untuk Rumah Tusuk Sate, agar Tidak Membawa Sial

Pintu depan rumah berada di lokasi yang tidak menguntungkan

Ilustrasi pintu depan rumahShutterstock/Ursula Page Ilustrasi pintu depan rumah
Menurut feng shui, pintu depan rumah memainkan peran penting dalam menarik energi posirif. Namun, jika pintu berada di lokasi yang buruk dan tidak ada cara untuk mengubahnya, Anda dapat menggunakan tanaman hidroponik di tempat ini.

Tanaman hidroponik dapat membantu meningkatkan keberuntungan dan meminimalkan energi negatif. Selain itu, bisa menggunakan tanaman bambu keberuntungan atau lucky bamboo dan Chinese evergreen. 

Baca juga: 5 Tanaman Sukulen Ini Bawa Kekayaan ke Rumah Menurut Feng Shui

Pintu dapur menghadap pintu toilet

Dapur termasuk dalam elemen api, sedangkan toilet termasuk dalam elemen air. Adanya benturan unsur-unsur yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Situasi ini akan menyebabkan perubahan suasana hati serta penyakit pada anggota rumah tangga. Untuk itu, sebaiknya menempatkan atau menggantung pot tanaman di kedua sisi sudut pintu di dapur atau toilet. 

Baca juga: 6 Tanaman Hias Minim Perawatan yang Cocok untuk Pelancong 

Menghadapi energi eksterior yang tidak menguntungkan

Tidak semua rumah berada di lokasi atau tata letak yang bagus seperti rumah tusuk sate dan terkena sudut-sudut runcing dari struktur bangunan tetangga saat melihat keluar dari balkon atau rumah Anda.

Untuk situasi demikian, letakkan tanaman kaktus untuk membantu meminimalkan energi negatif tersebut. Kaktus mungkin tidak direkomendasikan sebagai tanaman dalam ruangan dalam feng shui,  tetapi dapat ditempatkan di balkon untuk mengurangi situasi seperti itu. 

Baca juga: Ingin Kaya? Letakkan 3 Tanaman Hias Ini di Pintu Depan Rumah 

Pintu utama rumah menghadap jendela

Ilustrasi pintu depan rumah berwarna hijau zamrudUnsplash/Nazrin B-va Ilustrasi pintu depan rumah berwarna hijau zamrud
Sudah menjadi kepercayaan umum bahwa jika udara yang masuk melalui pintu utama rumah akan mengalir keluar dari jendela. Hal itu menyebabkan fenomena kebocoran kekayaan.

Beberapa praktisi akan menyarankan menempatkan sekat pembatas di depan pintu untuk mengalihkan aliran. Jika solusi tersebut tidak dapat diterapkan karena keterbatasan ruang, Anda dapat menggunakan tanaman yang tinggi dan rindang sebagai penggantinya.

Selain membantu mengurangi energi negatif dalam feng shui, tanaman juga dapat bertindak sebagai pembersih udara untuk menjernihkan udara di dalam rumah. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau