Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Penyebab Kulkas Berbau Tak Sedap dan Cara Mencegahnya

Kompas.com, 11 Februari 2022, 13:52 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Mr Right

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring penggunaan, kulkas bisa menimbulkan bau tidak sedap, terlebih bila jarang dibersihkan.

Bau pada kulkas ini bisa membuat makanan yang disimpan di dalamnya lebih cepat rusak dan membahayakan kesehatan. 

Baca juga: Menyimpan Barang di Atas Kulkas, Amankah?

Dengan mengatasi masalah ini segera, dapat membuat makanan lebih awet dan menjaga kesehatan Anda beserta keluarga. 

Dilansir dari Mr Right, Jumat (11/2/2022), ada beberapa penyebab kulkas berbau tidak sedap serta cara mencegahnya seperti berikut ini. 

Baca juga: Cara Memakai Buah Lemon untuk Menjaga Kesegaran Buah Lainnya di Kulkas 

Menyimpan makanan tanpa penyegelan yang benar 

Ilustrasi isi kulkas.FREEPIK Ilustrasi isi kulkas.
Saat menyimpan makanan di dalam kulkas tanpa penyegelan yang benar, hal ini akan membuat bau makanan menyebar ke semua bagian kulkas.

Jika bau tersebut bertahan lama, ini akan menimbulkan bau menyengat yang pada gilirannya mempercepat pembusukan makanan.

Untuk mencegahnya, simpan makanan dalam wadah kedap udara dan tutup dengan dengan baik. 

Baca juga: Kenapa Bagian Luar Kulkas Berembun? Ternyata Ini Penyebabnya

Kulkas terlalu banyak menyimpan makanan di dalam kulkas

Menyimpan makanan terlalu banyak di dalam kulkas dapat menghalangi aliran udara dan membuat kulkas harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu ideal agar makanan  tetap segar.

Kurangnya pendinginan yang diperlukan untuk waktu lama menyebabkan makanan menumbuhkan bakteri berbahaya dan menimbulkan bau tidak sedap.

Selain itu, penyumbatan udara untuk waktu lama dapat menyebabkan kerusakan sistem. Jadi, simpan makanan hanya yang Anda butuhkan dan habiskan makanan yang telah disimpan terlebih dahulu. 

Baca juga: Catat, Ini 5 Penyebab Bagian Dalam Kulkas Alami Kelembapan Berlebih 

Jarang membersihkan kulkas

Membersihkan kulkas yang tidak dilakukan secara rutin dapat menyebabkan permukaan kotor. Jaga kulkas tetap bersih dan makanan tetap segar untuk waktu lebih lama dengan rutin membersihkan kulkas.

Bersihkan setiap rak bagian dalam kulkas agar tetap segar dan tidak berbau. Pastikan membersihkan kulkas dengan produk alami seperti lemon atau baking soda karena bahan kimia pembersih dapat terserap ke dalam makanan serta menyebabkan masalah kesehatan. 

Baca juga: Cukup 30 Menit, Ini Tips Membersihkan Kulkas Secara Mendalam 

Akumulasi air di dalam baki pembuangan 

Agar awet, jangan meletakkan bahan pangan mudah busuk seperti susu di pintu kulkas. SHUTTERSTOCK/MAYA KRUCHANKOVA Agar awet, jangan meletakkan bahan pangan mudah busuk seperti susu di pintu kulkas.
Saat mencairkan freezer, es yang telah dicairkan masuk ke panci penguras kulkas untuk mencegahnya bocor ke dalam. 

Bila lupa membersihkan panci pembuangan secara rutin, dapat menimbulkan risiko tumbuhnya jamur, kuman, dan bakteri, yang akhirnya menyebabkan bau tidak sedap.

Bau bisa masuk ke kulkas melalui pipa pembuangan yang menghubungkan bagian dalam kulkas dengan panci pembuangan. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau