Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Mistis, Ini Alasan Mata Kucing Bersinar Saat Kondisi Gelap

Kompas.com, 11 Februari 2022, 16:14 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Cats.org

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing dikenal memiliki tatapan mata yang tajam, jernih, dan menyeramkan. Terlebih, saat berada dalam kegelapan, mata kucing bisa bersinar atau memantulkan cahaya.

Hal ini tak jarang membuat beberapa pemiliknya dan orang terkejut, bahkan takut. Akan tetapi, hal ini bukan sesuatu atau kondisi yang perlu dikhawatirkan. 

Baca juga: Kenali, Ini 5 Arti Bahasa Tubuh dan Verbal Kucing

Dilansir dari Cats.org.uk, Jumat (11/2/2022), mata kucing yang bersinar dalam kegelapan tidak berarti bahwa kucing peliharaan telah mengembangkan penglihatan sinar-X atau kemampuan menembakkan sinar laser dari matanya, tetapi disebabkan struktur bola matanya.

Baik kucing maupun manusia memiliki lapisan jaringan pada bagian belakang bola mata yang disebut retina. Ini terdiri atas sel peka cahaya yang mengubah cahaya yang kita lihat menjadi sinyal listrik.

Ilustrasi kucing, mata kucing. UNSPLASH/BCNY Ilustrasi kucing, mata kucing.

Sinyal-sinyal ini kemudian dikirim ke otak, yang menerjemahkannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya kita lihat. 

Baca juga: Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Kucing Anggora dan Persia

Namun, karena kucing paling aktif saat fajar dan senja ketika tidak ada banyak cahaya alami yang tersedia, kucing membutuhkan alat tambahan untuk membantu meningkatkan penglihatannya pada malam hari. 

Pada bagian belakang retina bola mata kucing, ada lapisan jaringan lain yang disebut tapetum lucidum. Ini bertindak sebagai cermin, mengambil cahaya apa pun yang melewati retina, dan memantulkannya kembali ke sel-sel peka cahaya itu sehingga memberinya kesempatan kedua untuk dideteksi. 

Baca juga: Alasan Kucing Senang Mendekat ke Pemiliknya pada Pagi Hari

Namun, tidak semua cahaya ini ditangkap untuk kedua kalinya karena beberapa di antaranya hanya melewati retina lagi dan berjalan keluar melalui bagian depan bola mata. Hal inilah yang membuatnya seolah-olah mata kucing bersinar dalam kondisi gelap. 

Tanpa tapetum lucidum sulit untuk kucing melihat pantulan pada lingkungan dengan cahaya rendah tanpa cahaya yang keras.

Selain kucing, banyak hewan lain juga memiliki fitur tapetum lucidum atau mata bersinar dalam keadaan gelap seperti ikan dan domba, tetapi cahaya mereka dapat muncul dalam warna berbeda. Ini karena warna pancaran tergantung dari bahan pembuat tapetum lucidum. 

Baca juga: 6 Tempat di Rumah yang Disukai Kucing untuk Tidur

Ilustrasi kucing, mata kucing. Ilustrasi kucing, mata kucing.

Mata kucing terbuat dari molekul yang disebut ribfolavin dan seng. Jumlah seng ini menentukan bagaimana cahaya kuning, biru, atau hijau muncul dari mata kucing saat berada dalam kegelapan. 

Jadi, setiap kali melihat ada dua mata yang bersinar menatap Anda di luar kegelapan, itu hanyalah cahaya sekitar yang memantul dari mata kucing peliharaan, bukan menembakkan sinar laser dari matanya. 

Karena itu, Anda tidak perlu khawatir lagi, apalagi sampai mengkaitkan hal ini pada hal-hal mistis. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau