Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Arti di Balik Perilaku Aneh yang Ditunjukkan Kucing Peliharaan

Kompas.com, 14 Februari 2022, 19:10 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Modern Cat

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada beragam perilaku aneh kucing peliharaan yang kerap membuat bingung para pemiliknya.

Mulai dari, meremas selimut, mengusap wajah atau tubuhnya kepada Anda, hingga mengeong tanpa henti. 

Rupanya, dikutip dari Modern Cat, Senin (14/2/2022), ada makna dan alasan di balik perilaku-perilaku aneh kucing tersebut seperti berikut ini. 

Baca juga: 6 Tips Membuat Kucing Lebih Bersahabat dan Menyenangkan

Meremas selimut

Berat badan anak kucing juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan jika mencari cara merawat anak kucing baru lahir.SHUTTERSTOCK/HELENA LOPES Berat badan anak kucing juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan jika mencari cara merawat anak kucing baru lahir.

Kucing kerap meremas atau menghisap selimut. Ahli perilaku kucing, Pam Johnson-Bennett menjelaskan, perilaku ini merupakan peninggalan dari masa ketika mereka masih kecil dan hendak menyusu kepada induknya.

Menurutnya, bukanlah sesuatu aneh bagi kucing masih mempertahankan perilaku ini meski sudah beranjak dewasa.

“Meremas adalah perilaku yang sangat umum saat kucing sedang dalam keadaan santai dan nyaman,” ujar Johnson-Bennett. 

Lebih lanjut, perilaku menghisap selimut ini dapat terjadi saat kucing merasa senang, puas, dan stres

Baca juga: Hati-hati, Simak 3 Hal Ini Sebelum Membelai Kucing

Mengusapkan diri pada pemilik

Ilustrasi kucing, memelihara kucing. PEXELS/COTTONBRO Ilustrasi kucing, memelihara kucing.

Dokter hewan Liz Bales menjelaskan arti di balik perilaku kucing yang suka mengusap atau mendekatkan diri pada pemiliknya.

Dirinya menuturkan, kucing berkomunikasi melalui bau dan feromon. Adapun feromon kucing dihasilkan melalui kelenjar pada wajah mereka.

“Saat mengusap wajahnya padamu, kucing memberikan bau dan feromon mereka padamu. Mereka menganggapmu sebagai bagian dari mereka,” ungkap Bales.

Baca juga: 6 Tips Aman Mengajak Kucing Berjalan-jalan dengan Mobil

Suka menjilat pemiliknya

Konsultan pelatihan dan perilaku kucing bersertifikat di Feline Behavior Solutions, dokter Marci Kolski, mengatakan, kamu dapat menganggap perilaku ini sebagai tanda bahwa kucing peliharaan menyayangimu.

Menurut dia, kucing yang terikat akan merawat satu sama lain. Jika mereka menikmati kebersamaan dengan pemiliknya, kucing juga akan merawat mereka.

“Mereka mungkin juga menjilatimu sebagai cara untuk menandaimu dan menaruh aromanya padamuama— sama halnya dengan kucing yang mengusap pipi dan dahinya pada orang-orang,” kata Kolski.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau