JAKARTA, KOMPAS.com - Pemutih menduduki puncak daftar produk rumah tangga yang dapat digunakan untuk membunuh kuman.
Pemutih dikenal karena kemampuannya membuat pakaian putih lebih putih, mensterilkan mangkuk kloset yang kotor, dan membantu membunuh kuman dan virus di berbagai permukaan rumah tangga.
Namun, ada beberapa panduan saat menggunakan bahan kimia ini untuk membersihkan permukaan. Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang penggunaan pemutih untuk membunuh kuman.
Baca juga: Tak Selalu Pemutih, 3 Bahan Alami Ini Bisa Membersihkan Rumah
Ilustrasi penggunaan pemutih sebagai pembersih rumah. "Anda bisa menggunakan pemutih sebagai disinfektan permukaan untuk menghancurkan struktur protein organisme seperti virus dan bakteri," kata Nazarian dilansir dari Insider, Kamis (17/2/2022)
Baca juga: Bolehkah Membersihkan Mesin Cuci Menggunakan Pemutih?
Menurut Viseslav Tonkovic-Capin, dokter kulit bersertifikat ganda dan editor DermBoard, natrium hipoklorit mengoksidasi atau membakar membran pelindung bakteri dan cangkang protein virus sehingfa membuat mereka rentan terhadap kehancuran.
Nazarian mengatakan membersihkan permukaan yang keras dengan pemutih dapat mencegah penyebaran infeksi karena pemutih secara efektif menghilangkan patogen yang hidup pada permukaan, dapat ditransfer dengan tangan ke mulut atau hidung Anda, serta mendapatkan akses ke sistem tunuh Anda.
Baca juga: Simak, 3 Tips Menggunakan Pemutih Sebagai Disinfektan
"Misalnya, influenza dapat hidup pada permukaan selama 24-48 jam dan Covid-19 dapat bertahan hingga 72 jam, tergantung pada permukaannya. Pemutih secara drastis mengurangi kemungkinan ini," ucap Nazarian.
United States Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan bahwa natrium hipoklorit efektif melawan SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.
Namun, setelah menyeka permukaan yang tidak keropos, Anda harus memastikan membiarkan pemutih menempel pada permukaan selama 10 menit atau lebih untuk memastikan disinfeksi yang tepat.
Baca juga: Baking Soda Vs Pemutih, Mana yang Lebih Efektif untuk Pakaian Putih?
Ilustrasi pemutih. Namun, pemutih boleh digunakan pada sebagian besar meja dapur, wastafel kamar mandi, bahkan permukaan lain yang sering disentuh seperti gagang pintu dan keran.
Untuk membersihkan permukaan dengan pemutih rumah tangga yang tidak diberi wewangian, CDC merekomendasikan Mencampur satu cangkir pemutih dan 18 liter air. Berikut cara melakukannya:
Baca juga: Simak, 3 Tips Menggunakan Pemutih Sebagai Disinfektan
Baca juga: 5 Kesalahan Umum Saat Menggunakan Pemutih untuk Membersihkan Rumah
Untuk jumlah pembersih yang lebih kecil, CDC merekomendasikan menggunakan empat sendok teh pemutih dengan satu liter air dan mengikuti instruksi yang sama.
Untuk membersihkan kain dengan pemutih, tambahkan pemutih ke siklus pencucian, lalu keringkan. Ini efektif untuk pakaian berwarna putih.
Baca juga: Mana yang Lebih Baik Menghilangkan Jamur, Pemutih atau Cuka?
Mengenai jumlah pemutih, Clorox merekomendasikan 3/4 cangkir pemutih untuk muatan ukuran biasa. Jika muatannya ekstra besar atau sangat kotor, tambahkan 1 1/4 cangkir ekstra.
Hal yang perlu diperhatikan, pemutih tidak boleh dioleskan langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi. Jika Anda terkena langsung pada kulit, cuci dengan sabun lembut dan air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang