Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Langkah Mudah Mengatasi Kipas Angin yang Tak Mau Menyala

Kompas.com, 27 Februari 2022, 12:38 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Kipas angin menjadi pilihan yang tepat bagi rumah tangga karena fungsi dan juga harganya yang terjangkau.

Dibandingkan dengan AC, kipas angin juga hanya membutuhkan daya listrik yang sedikit sehingga lebih hemat listrik.

Dengan menambahkan kipas angin dirumah, kamu akan mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik dan juga angin yang segar. Agar kipas angin awet dan dapat bekerja secara maksimal, perawatan perlu dilakukan.

Melansir dari New Air, Minggu (28/2/2022), ada kalanya kipas angin tak mau menyala saat akan digunakan baik karena aliran listrik ataupun karena motor kipas yang tersangkut kotoran.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kipas yang tak mau menyala.

Baca juga: Trik agar Kipas Angin Mampu Mendinginkan Ruangan

Langkah 1: Periksa bagian kabel

Langkah awal yang harus kamu lakukan saat kipas angin tidak menyala adalah periksa apakah kabel sudah terpasang dengan benar atau belum.

Getaran dari motor kipas dapat melonggarkan steker dari stop kontak.Jika steker terus jatuh, mungkin sebaiknya ganti stop kontak agar pas dan bagus.

Jika kamu mendengar suara dari kipas angin namun kipas tidak berfungsi, tandanya kipas mendapatkan aliran listrik. Untuk memecahkan masalah ini kamu bisa langsung ke langkah nomor 6.

Baca juga: Cara Termudah Membersihkan Debu Kipas Angin agar Berfungsi Maksimal

Langkah 2: Periksa pemutus sirkuit

jika kabel terpasang tetapi tidak terjadi apa-apa saat kamu menyalakan kipas angin, periksa apakah ada aliran listrik ke stopkontak. Untuk melakukan ini, buka panel pemutus dan lihat apakah pemutus sirkuit dalam keadaan hidup.

Jika pemutus sirkuit dalam keadaan mati, coba hidupkan kembali lalu nyalakan kipas angin. Jika kamu menggunakan kipas tua masalah ini bisa terjadi, pemutus sirkuit akan mati saat kamu menyalakan kipas angin.

Jika ini masalahnya, yang terbaik adalah beli kipas baru dengan fitur keamanan tambahan untuk mencegah korsleting dan mengurangi risiko kebakaran listrik di rumah.

Baca juga: Kipas Angin Gantung di Kamar Tidur, Apakah Bagus Menurut Feng Shui?

Langkah 3: Periksa stop kontak

Ilustrasi stop kontak listrik.PIXABAY/HANS BRAXMEIER Ilustrasi stop kontak listrik.

Jika sudah mencoba kedua langkah ini tetapi kipas masih tidak berfungsi, coba colokkan kipas ke stopkontak yang berbeda. Jika berhasil, ini tandanya kamu mengalami masalah kelistrikan.

Kamu dapat menguji aliran daya ke stopkontak dengan membeli tester stopkontak yang murah. Hubungi teknisi listrik untuk meminta bantuan jika tidak ada listrik pada stop kontak.

Baca juga: Tips Aman Menggunakan Kipas Angin Saat Tidur

Langkah 4: Periksa sekering

Beberapa jenis kipas angin memiliki sekering thermal untuk keamanan. Sekering ini dirancang untuk memutuskan sambungan listrik ketika terlalu banyak listrik menyebabkan kipas menjadi terlalu panas.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau