Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Perlu Pindah Rumah, Ini 8 Trik Membuat Rumah Kecil Terasa Besar

Kompas.com, 18 April 2022, 21:55 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

 JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa orang mungkin merasa berkecil hati tinggal di rumah kecil karena keterbatasan lahan yang dimiliki.

Ditambah, tidak bisa memasukkan barang-barang yang diinginkan ke rumah, ruangan sulit didekorasi, serta tampilannya membuat kurang nyaman. Hal ini pun memunculkan keinginan untuk pindah ke rumah yang lebih besar.

Baca juga: 7 Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Mandi Kecil

Mima Anisakusuma, pemilik akun Instagram @homuliving dan Founder Artsy Living & Style, mengatakan rumah kecil tetap bisa didesain dan didekorasi sedemikian rupa supaya lebih efektif serta efisien.

“Ada cara memaksimalkan ruang supaya kehidupan berjalan lancar tanpa merasa kekurangan apa pun. Bagus atau tidaknya sebuah ruangan atau rumah, itu bukan berangkat dari ukuran, melainkan bagaimana kita bisa mengatur dan membawa suasana hunian yang nyaman,” jelas Mima dalam pertemuan media secara virtual bertajuk “Virtual Media Briefing: Maximizing Your Tiny House into a Bigger Space” bersama in-Lite LED di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Mima melanjutkan, meski secara harfiah rumah akan tetap terlihat kecil, ada beberapa trik yang dapat membuatnya terasa lebih besar. Nah, apa saja trik tersebut?

Baca juga: 8 Tips Mendekorasi Kamar Tidur Kecil agar Tampak Luas dan Nyaman

Perhatikan kebutuhan sumber cahaya

Ilustrasi rumah kecil, ruang kecil, dapur kecilSHUTTERSTOCK/Artazum Ilustrasi rumah kecil, ruang kecil, dapur kecil

Cara pertama adalah memperhatikan kebutuhan sumber cahaya. Saat ini, masyarakat dimudahkan oleh kehadiran pencahayaan artifisial dari lampu plafon atau lampu jenis spotlight.

Namun, menurut Mima, manusia tetap membutuhkan sumbe cahaya alami. Selain membuat merasa lebih dekat dengan alam, pencahayaan alami dapat membuat ruangan tidak terasa sumpek. 

Baca juga: 8 Kesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Bikin Lebih Kotor

Hadirkan jendela besar atau plafon kaca

Guna menghadirkan cahaya alami ke dalam rumah, Mima menyarankan memiliki jendela berukuran besar.

“Pentingnya penggunaan jendela besar adalah bisa memasukkan sumber cahaya yang lumayan banyak. Bisa pakai jendela besar dengan aksen kotak-kotak,” ujar Mima. 

Selain menghadirkan cahaya matahari, jendela besar dapat membuat ruang kecil terasa lebih besar.

Ditambah, jendela memungkinkan adanya sirkulasi udara yang baik sehingga anggota keluarga bisa bernapas lebih lega tanpa memerlukan AC atau kipas angin.

“Untuk bagian plafon, jangan semuanya tertutup. Adakan area yang sifatnya semi-open. Ada area yang ditutup pakai kaca supaya ada cahaya yang masuk dari atas,” sambung Mima.

Baca juga: Gampang, Ini 6 Tips Menghemat Air di Dapur Lewat Perubahan Kecil

Pilih warna netral

Ilustrasi interior rumah kecil.UNSPLASH/FRANCESCA TOSOLINI Ilustrasi interior rumah kecil.

Selanjutnya, memilih skema warna netral seperti putih, abu-abu kebiruan dengan warna dasar yang cerah, atau coklat terang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau