Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

#PakeSampaiHabis, Solusi Nyata Kurangi Sampah Produk Skincare di Rumah

Kompas.com, 5 Juni 2022, 09:06 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkembangnya industri kecantikan yang pesat, terlebih selama pandemi Covid-19, rupanya berdampak buruk pada lingkungan hidup karena meningkatkan jumlah sampah kemasan produk kecantikan atau skincare. 

Selain itu, hal ini juga membentuk kebiasaan mengonsumsi berlebihan atau over konsumtif pada masyarakat. 

Baca juga: Demi Menjaga Lingkungan, Yuk Pakai Produk Kecantikan sampai Habis

Menurut data penelitian Kantar pada 2021, pertumbuhan segmen kecantikan dan perawatan pribadi pada masa new normal mengalami peningkatan sebesar tiga persen. 

Namun, pertumbuhan ini tidak dibarengi kesadaran pelaku industri maupun konsumen. Sampah-sampah kemasan produk kecantikan kerap menumpuk dan berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa melewati proses penguraian tepat sehingga menunggu terurai puluhan tahun. 

Tak hanya itu, penumpukan sampah produk skincare juga terjadi di rumah. Hal ini tak lain karena kebiasaan konsumsi berlebihan seperti mudah membeli dan gonta-ganti produk kecantikan hanya karena mengikuti tren atau diskon. 

Baca juga: 7 Benda yang Tak Boleh Dibuang ke Tempat Sampah Sembarangan 

Ilustrasi produk kecantikan, ilustrasi skincare.Shutterstock/Pixel-Shot Ilustrasi produk kecantikan, ilustrasi skincare.
Survei mandiri yang dilakukan Lyfe With Less—komunitas gaya hidup minimalis di Indonesia—pada 2022 menemukan 53 persen responden mengaku selalu membuang botol kosong atau empties produk kecantikan mereka ke tempat sampah tanpa dipilah sehingga bercampur dengan sampah rumah tangga. 

Dari situ, Lyfe With Less menginisiasi kampanye #PakaiSampaiHabis untuk mengajak masyarakat Indonesia bertangggung jawab dengan konsumsi produk kecantikannya.

Kampanye #PakaiSampaiHabis mengajak masyarakat mengumpulkan botol kosong produk kosmetik atau empties dan mengirimkannya untuk didaur ulang. 

Baca juga: Hari Daur Ulang Sedunia, Simak 5 Tips Mengelola Sampah ala IKEA  

Cynthia S Lestari, founder Lyfe with Less, mengatakan #PakaiSampaiHabis adalah langkah kecil dan nyata yang bisa dilakukan semua pihak untuk menjaga lingkungan hidup.

Karena itu, Cynthia mengimbau kepada masyarakat menggunakan produk skincare mereka sampai betul-betul habis sebelum membeli baru.

"Hindari juga penggunaan skincare dengan teknik layering atau menggunakan banyak produk karena hanya akan menambah jumlah sampah. Dengan demikian, menghindari juga praktik konsumerisme," ucapnya dalam acara #PakaiSampaiHabis yang digelar secara virtual, Jumat (3/6/2022). 

Baca juga: Berbahaya bagi Lingkungan, Ini Cara Mengurangi Sampah Elektronik 

Ilustrasi produk kecantikan, ilustrasi skincare.Shutterstock/Orawan Pattarawimonchai Ilustrasi produk kecantikan, ilustrasi skincare.
Cynthia menyarankan melakukan skinimalism atau menggunakan produk kecantikan sedikit mungkin dan memakai produk multifungsi yang sesuai dengan jenis kulit.

Kampanye ini bersinergi dengan 15 brand produk kecantikan, 47 pelaku daur ulang di seluruh Indonesia, dan dua partner logistik untuk mengajak masyarakat Indonesia mengumpulkan empties serta mengirimkannya untuk didaur ulang.

Untuk terlibat dalam kampanye ini, kata Cynthia, cukup mudah. Pertama, pastikan produk betul-betul habis, lalu bersihkan terlebih dulu sebelum dikirim untuk didaur ulang. 

Baca juga: 5 Sampah Dapur yang Bisa Meningkatkan Kualitas Tanah Tanaman 

Setelah itu, daftar empties ke website Lyfe With Less, www.lyfewithless.com/pakaisampaihabis. Selanjutnya, mengecek e-mail berisi alamat kirim empties, kode voucer Antar Aja, dan prosedur gratis jemput empties dari e-Recycle. 

Kemudian kirim empties yang sudah bersih ke e-recycle center yang tertera. Jangan lupa menulis #EmptiesHero2022 pada paket yang dikirim. Nantinya paket akan diambil oleh partner logistis atau pengiriman. 

Pengiriman untuk wilayah Jakarta tidak akan dikenakan biaya. Anda cukup mengunduh aplikasi via e-Recycle. Namun, untuk wilayah di luar Jakarta akan mendapat diskon biaya pengiriman 30% menggunakan Anter Aja. 

Baca juga: 10 Sampah Dapur Ini Bisa Menyuburkan Tanaman, Apa Saja?

Apabila empties yang dikirm bekerja sama dengan 15 brand partner, Anda akan memperoleh reward berupa potongan harga untuk pembelanjaan berikutnya. 

“Empties yang diterima dari kampanye #PakaiSampaiHabis akan didaur ulang dan diolah menjadi bahan baku industri daur ulang untuk jadi material produk baru lagi," tutup Michaella Karina, Corporate Relation Officer Bank Sampah Bersinar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau