Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waktu Terbaik Membersihkan Sikat Kloset dan Cara Mencucinya

Kompas.com, 8 Juli 2022, 16:23 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi area paling lembap dan sering digunakan di rumah membuat kamar mandi perlu mendapat perhatian khusus dalam pembersihan.

Membersihkan kamar mandi secara menyeluruh perlu dilakukan seminggu sekali agar bebas kuman dan bakteri

Baca juga: Kerap Terlupakan, Ini Cara Membersihkan Sikat Kloset dan Wadahnya

Akan tetapi, di samping membersihkan kamar mandi, jangan lupa membersihkan peralatan kebersihan yang ada seperti sikat kloset

Dilansir dari Consumer Reports, Jumat (8/7/2022), Vera Peterson, Presiden Perusahaan Pembersih Molly Maid, membersihkan sikat kloset harus dilakukan setelah setiap kali digunakan sehingga kuman kloset tidak menyebar ke kamar mandi. 

Namun, Kadi Dulude, pendiri Wizard of Homes—sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kebersihan di New York City— Amerika Serikat, mengatakan membersihkan sikat kloset daoat dilakukan setiap minggu sambil membersihkan kamar mandi.  

Baca juga: Catat, Ini Tempat Terbaik Meletakkan dan Menyimpan Penyedot Kloset 

Kapan harus mengganti sikat kloset?

Ilustrasi sikat kloset.Shutterstock/Bowonpat Sakaew Ilustrasi sikat kloset.
Stephanie Canal, Manajer Produk Senior Alat pembersih di Oxo, mengatakan beberapa orang menyarankan mengganti sikat kloset plastik setiap enam bulan.

Namun, jika membersihkannya secara teratur, tidak perlu menggantinya sampai bulunya berubah warna, rontok, bengkok, atau berbau setelah dibersihkan. 

Bagaimana cara membersihkan sikat kloset?

Untuk pembersihan cepat, gunakan semprotan disinfektan untuk sikat dan lap disinfektan untuk pegangan. 

Baca juga: 5 Hal yang Dapat Merusak Kloset, Apa Saja?

"Setelah itu, bilas sikat kloset dengan air panas dan biarkan mengering. Anda dapat meletakkannya di antara dudukan kloset dan alas kloset sehingga dudukan menahannya di tempatnya sebelum meletakkannya kembali di dudukannya," imbuh Vera.

Untuk pembersihan mendalam, rendam sikat dalam campuran pemutih dan air dengan perbandingan sama.

Selain itu, mirip dengan pembersihan sikat kloset, tempat sikat kloset juga harus disemprotkan disinfektan secara teratur, kemudian membilasnya dengan air panas.

"Untuk pembersihan lebih menyeluruh, Anda dapat merendam dudukan dalam pemutih dan air panas dalam jumlah sama," ucap Vera. 

Baca juga: Penyebab Tangki Kloset Berkarat dan Cara Mengatasinya 

Hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan sikat kloset 

Ilustrasi toilet duduk, ilustrasi kloset duduk.SHUTTERSTOCK / New Africa Ilustrasi toilet duduk, ilustrasi kloset duduk.
Menurut Chris Regan, seorang insinyur yang mengawasi pengujian toilet di Consumer Reports, saat menggunakan bahan kimia untuk membersihkan kamar mandi, buka jendela dan pintu untuk meningkatkan ventilasi. 

Apabila menggunakan pemutih untuk membersihkan sikat kloset, pastikan tidak mencampurnya dengan produk pembersih yang mengandung amonia atau asam. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau