Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 12 Juli 2022, 23:15 WIB
Abdul Haris Maulana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Merawat blender merupakan langkah penting yang perlu dilakukan oleh setiap pemiliknya.

Hal ini bertujuan agar blender bisa tetap awet dalam menghaluskan beragam bahan makanan, minuman, dan sebagainya.

Jadi, apabila kamu memiliki blender yang sering digunakan, pastikan untuk merawatnya agar bisa tetap awet atau tidak mudah rusak.

Baca juga: Ketahui, Ini 7 Permasalahan yang Sering Dialami Blender

Dilansir dari beberapa sumber, Selasa (12/7/2022), berikut ini tips merawat blender agar bisa tetap awet.

Ilustrasi blender. SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIO Ilustrasi blender.
Jangan isi tabung blender terlalu penuh

Agar blender bisa tetap awet digunakan, pastikan kamu tidak mengisi tabung blender terlalu penuh.

Jika tabung blender diisi terlalu penuh, hal itu dapat membuat mesin blender menjadi panas akibat bekerja terlalu keras.

Potong-potong bahan makanan

Tips lain yang perlu dilakukan adalah memotong-motong bahan makanan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam blender.

Baca juga: Trik Menajamkan Pisau Blender yang Tumpul dengan Cangkang Telur

Selain membuat kerja mesin menjadi lebih ringan, langkah ini juga membuat bahan makanan di dalam blender menjadi lebih cepat halus.

Jangan langsung memblender bahan beku

Jangan menghaluskan bahan makanan beku atau es batu secara langsung di dalam blender.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau