Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 14 Juli 2022, 20:08 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas air keran di setiap daerah bisa sangat berbeda. Beberapa daerah ada yang memiliki air sadah atau kandungan mineral yang tinggi. 

Akibatnya, membuat benda-benda, khususnya material logam, mengalami korosi dan karat jika tidak dirawat dengan benar. 

Baca juga: Cara Mudah Menghilangkan Noda Air Sadah dengan Cuka

Apa itu korosi?

Ilustrasi noda karat.SHUTTERSTOCK / ReaLiia Ilustrasi noda karat.
Dilansir dari Hunker, Kamis (14/7/2022), korosi mengacu pada kerusakan logam apa pun karena kontak dengan lingkungan, sedangkan karat lebih khusus mengacu pada oksidasi besi dan paduan besi.

Keran kamar mandi hampir selalu bersentuhan dengan air sehingga sangat rentan terhadap korosi, terutama jika air keran lebih asam. PH air keran yang rendah dapat menjadi sumber utama korosi pada keran air

Baca juga: Cara Menghilangkan Karat dan Korosi pada Keran Air Kamar Mandi

Pada awalnya, korosi keran dimulai dari noda kecil, tetapi seiring waktu dapat menjadi lebih besar serta serius. Langkah pertama merawat keran air kamar mandi yang berkarat adalah membersihkannya dengan benar.

Mulailah menggunakan sabun cuci piring sederhana dan air untuk menghilangkan kotoran, lalu gunakan cuka putih untuk membersihkan sisa kotoran dan mineral yang membandel. 

Baca juga: 5 Tips Memilih Keran Air Wastafel Dapur

Mengatasi korosi keran kamar mandi

Asam lembut adalah cara terbaik mengatasi awal korosi pada keran air kamar mandi. Rendam keran dalam cuka putih selama sekitar lima menit untuk melonggarkan tambalan yang berkarat, lalu gosok dengan spons.

Ulangi proses ini sampai semua korosi hilang. Jika tidak memiliki cuka, Anda bisa menggantinya dengan air perasan lemon atau minuman bersoda karena keduanya sama-sama asam. Setelah itu, bilas keran dan keringkan secara menyeluruh. 

Baca juga: 4 Penyebab Air Keran Berwarna Coklat dan Berbau Karat

Cara lain mengatasi karat adalah menggosok keran air dengan aluminium foil. Masukkan aluminium foil ke air, lalu gosok lembut area yang berkarat. Aluminium dapat membantu menghilangkan karat melalui reaksi kimia.

Korosi yang tidak diatasi bisa membuat proses pembersihan menjadi jauh lebih sulit dihilangkan. Bila sudah demikian, mengganti keran air kamar mandi menjadi solusinya.  

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Karat di Keran Air 

Apa itu penumpukan mineral?

Ilustrasi wastafel kamar mandi.SHUTTERSTOCK / fokusgood Ilustrasi wastafel kamar mandi.
Selain korosi, Anda juga melihat penumpukan serpihan putih pada keran air. Ini adalah penumpukan deposit mineral. Deposit mineral pada keran tidak sama dengan korosi meski dapat menyebabkan korosi pada perlengkapan logam.

Penumpukan mineral atau kerak pada keran air dapat dihilangkan dengan menggunakan asam lembut seperti cuka, air perasan lemon, atau minuman bersoda.

Menjaga keran air kamar mandi bebas dari kerak dapat membantu memperlambat korosi. 

Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Membersihkan Kerak pada Keran Air

Perawatan keran air kamar mandi

Setelah keran kamar mandi kembali dalam kondisi baik, penting merawatnya dengan baik. Pembersih atau penggosok yang terlalu abrasif dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan logam sehingga membuatnya lebih rentan terhadap korosi.

Jika melihat ada bercak korosi, penting merawat keran air segera setelah muncul. Korosi dapat menyebar dengan cepat, jadi kunci sebenarnya mengatasi korosi keran kamar mandi dimulai sedini mungkin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau