Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amankah Membasmi Jamur dengan Pemutih? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 14 Agustus 2022, 15:00 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebanyakan orang menggunakan pemutih untuk membunuh jamur di dalam rumah. Namun, sebelum menggunakan cairan kuat ini, penting mengetahui proses dan peringatannya.

Sebab, dilansir dari Homes and Gardens, Minggu (13/8/2022), tidak mengetahui cara menggunakan pemutih dengan tepat seperti membersihkan porselen kamar mandi, dapat membuat jamur yang lebih kompleks. 

Baca juga: Cara Aman dan Tepat Menggunakan Pemutih untuk Membersihkan Dapur

Pemutih dan jamur bisa sangat berbahaya serta menimbulkan ancaman bagi Anda dan hewan peliharaan jika salah menggunakannya.

Jadi, sebelum menggunakan pemutih untuk membunuh jamur, pertimbangkan tips pembersihan yang lebih aman terlebih dahulu. 

Apakah pemutih direkomendasikan untuk membunuh jamur? 

Ilustrasi pemutih. SHUTTERSTOCK/DAPHNUSIA Ilustrasi pemutih.
Para ahli mengatakan menghindari dan beralih ke senyawa lain untuk menyelesaikan masalah jamu.

"Pemutih adalah zat korosif berbasis klorin yang beracun jika terhirup, tertelan, atau bersentuhan dengan kulit dalam jumlah tertentu," kata Marilee Nelson, ahli kimia, konsultan lingkungan, dan co-founder Branch Basics. 

Marilee menjelaskan, uap yang keluar dari pemutih telah terbukti dapat mengiritasi selaput lendir hidung dan tenggorokan, yang dapat menyebabkan masalah dari waktu ke waktu. 

Baca juga: 6 Tempat Di Mana Jamur Bisa Bersembunyi di Dapur

Bahkan menurut OSHA dan EPA, pemutih hanya membunuh jamur pada permukaan yang meninggalkan akar masalah. 

Justin Carpenter, pendiri Modern Maids, mengimbau berhati-hati saat menggunakan pemutih, terutama saat menangani jamur.

"Ketika ingin membersihkan jamur, selalu utamakan keselamatan Anda karena ini bisa sangat berbahaya dan menyebabkan seseorang sakit parah," imbuhnya. 

Baca juga: Cara Aman dan Tepat Menggunakan Pemutih untuk Membersihkan Dapur

Justin menjelaskan, pembersih dapat digunakan untuk membersihkan shower, bak mandi, dan permukaan ubin. Namun, prosesnya diatur dan tepat waktu untuk memastikannya dilakukan dengan aman.

"Kami menginstruksikan untuk merendam area yang berjamur dengan pemutih dan sesuai instruksi, biarkan setidaknya 15 menit sebelum kembali dan menyeka atau menggosoknya," katanya.

Waktu perendaman adalah aspek paling penting dari pembersihan pemutih karena memungkinkan bahan kimia mengaktifkan dan membunuh jamur sehingga tidak terus menyebar.  

Baca juga: 6 Tips Aman Menggunakan Pemutih untuk Mendisinfeksi Rumah 

Apakah cuka lebih baik untuk membunuh jamur? 

Ilustrasi pemutih. SHUTTERSTOCK/IRINA ANNARUMMA Ilustrasi pemutih.
Membersihkan jamur dengan cuka adalah solusi yang jauh lebih baik dibanding pemutih. Cairan ini mengatasi akar jamur (selaput), yang berarti tidak mungkin tumbuh kembali setelah dibersihkan.

Selain itu, cuka juga kurang beracun daripada pemutih, jadi lebih aman digunakan di sekitar rumah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau