Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 September 2022, 15:27 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Dodo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing dikenal sebagai hewan yang cuek, padahal mereka bisa mengamati lingkungan sekitarnya. 

Misalnya, ketika melihat pemiliknya sedang asyik menonton, kucing akan ikut menyaksikan dan tampak menyukai tontonan tersebut sama dengan pemiliknya.  

Baca juga: 5 Cara Menjalin Ikatan dengan Kucing Peliharaan Menurut Penelitian

Namun, betulkan sahabat bulu benar-benar menonton dan menikmatinya serta memiliki film favorit?

Laura Cassiday, konsultan perilaku kucing bersertifikat dari International Association of Animal Behavior Consultants, menjelaskan, secara teknis, kucing tidak menonton film seperti kita.

Namun, sebuah acara atau film mungkin menarik perhatian kucing setidaknya untuk sementara waktu.

"Kucing bisa menunjukkan minat pada gambar bergerak dan suara yang datang dari televisi," kata Cassiday kepada The Dodo, Jumat (16/9/2022).  

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memelihara Kucing

Namun, bukan berarti kucing menontonnya. Meski kucing sepertinya mengira hal-hal di layar terjadi dalam kehidupan nyata, itu hanya benar sampai batas tertentu.

“Saya pikir kadang-kadang kucing tidak dapat membedakan bahwa suara-suara tertentu tidak terjadi di rumah mereka (Misalnya, mendengar anjing menggonggong di TV dan melarikan diri),” ucap Cassiday.

Begitu pun kucing tidak melihat gambar burung di layar dan mengira sedang memburunya sungguhan. 

Menurut Cassiday, hal itu karena kucing juga menggunakan indera lain saat mereka berburu, seperti penciuman, yang tidak dipicu oleh apa yang ada di TV. 

Baca juga: 10 Ras Kucing yang Cocok untuk Dipelihara Pemula

Apakah kucing punya film favorit?

Ilustrasi kucing rumahan. Di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur terdapat ritua manten kucing yang dilakukan warga untuk meminta hujan.Shutterstock/Xeniya Butenko Ilustrasi kucing rumahan. Di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur terdapat ritua manten kucing yang dilakukan warga untuk meminta hujan.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2008 mengungkapkan bahwa kucing lebih terlibat ketika menonton hewan mangsa atau objek bergerak di layar dibanding menonton gambar bergerak manusia atau layar kosong. 

“Kucing adalah predator yang sangat tertarik pada gerakan,” imbuh Cassiday.

Menjadi begitu selaras dengan perubahan dan gerakan halus membantu kucing melihat mangsa, bahkan di kejauhan atau saat sebagian tersembunyi.  

Baca juga: Plus Minus Memelihara 5 Ras Kucing Ini, Ada Kucing Persia

Lantas, apakah kucing benar-benar memiliki film favorit?

Menurut Cassiday, Anda dapat mengetahui apakah kucing peliharaan tertarik dengan apa yang ditontonnya berdasarkan bahasa tubuhnya seperti berikut.

  • Telinga ke depan
  • Ekor bergerak menjauh dari tubuhnya
  • Tubuh longgar
  • Menggoyangkan pantat

Namun, perlu diingat bahwa apa pun yang Anda taruh di TV untuk kucing peliharaan, sahaabt bulu mungkin tidak akan tertarik untuk waktu lama. 

Baca juga: 6 Jenis Kucing Persia, Doll Face hingga Himalaya

“Kucing memiliki rentang perhatian yang pendek dan Anda mungkin hanya memiliki adegan pendek (untuk) menarik perhatiannya sebelum dia melanjutkan, terutama karena tidak ada yang benar-benar menenggelamkan cakarnya,” ucapnya. 

Jadi, kucing tidak terlalu menyukai apa yang dilihatnya pada TV dan memiliki film favorit. Namun, film yang menampilkan hewan mangsa atau benda bergerak lebih cenderung menarik perhatian kucing peliharaan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau