Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan dan Mencegah Noda Karat di Kamar Mandi

Kompas.com, 4 November 2022, 11:03 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Noda karat di sekitar kamar mandi bisa tidak diketahui selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sebelum akhirnya dibersihkan.

Walhasil, membuat noda karat semakin sulit dihilangkan.Tentu saja, kemunculan noda karat membuat kamar mandi tampak buruk, melemahkan logam, dan menyebabkan masalah pada perlengkapan kamar mandi. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Bercak Karat pada Pisau Dapur

Menurut ahli kebersihan, pemutih dan produk keras lainnya dapat memperburuk masalah noda karat di kamar mandi.

Lantas, produk apa yang digunakan untuk menghilangkan noda karat? 

Dilansir dari The Express, Jumat (4/11/2022), karat dapat meninggalkan noda permanen di sekitar kamar mandi jika tidak ditangani cepat dan menggunakan bahan tepat.

Melissa Maker, pembawa acara YouTube dan penulis Clean My Space mengatakan permukaan yang lembut seperti fiberglass atau akrilik mudah tergores sehingga pilih produk yang tidak dapat menggores. 

Baca juga: Cara Mengatasi dan Mencegah Karat di Bak Cuci Piring Stainless Steel

Ilustrasi noda karat.SHUTTERSTOCK / ReaLiia Ilustrasi noda karat.
Selain itu, hiindari produk yang mengandung pemutih karena dapat mempercepat proses karat. 

Sebagai gantinya, dia merekomendasikan menggunakan bahan-bahan lembut seperti air perasan lemon, garam, cuka, dan batu apung. Batu apung sangat ideal untuk menggosok kloset porselen berkat teksturnya yang unik.

Bahan-bahan tersebut cukup keras menghilangkan noda karatan meski masih cukup lunak mencegah kerusakan pada permukaan kamar mandi.

Basahi batu dan gosok pada area yang berkarat hingga noda terangkat sebelum membilas dan mengeringkan permukaan. Metode ini membutuhkan sedikit minyak siku, tetapi hasilnya akan sepadan. 

Baca juga: 3 Cara Mudah Merawat Keran Air agar Tetap Berkilau dan Bebas Karat

Rendam cuka

Sama hdengan kerak kapur, karat bereaksi baik terhadap asam dalam cuka. Caranya, tuangkan cuka putih suling ke kain atau handuk kertas besar, lalu bungkus dengan lembut di sekitar keran keran dan shower. 

Biarkan terbungkus selama beberapa jam dan gosok kelebihannya dengan lembut. Metode ini juga bekerja baik untuk membersihkan engsel kloset yang sering berkarat. 

Baca juga: Simak, Ini Cara Menghilangkan Karat pada Pisau Dapur 

Cara mencegah karat muncul kembali 

Setelah merawat karat, disarankan mengambil langkah ekstra untuk mencegah karat muncul kembali. Caranya, membersihkan kamar mandi dan menjaganya dalam kondisi kering guna mencegah akumulasi air serta mengurangi risiko pewarnaan.

Selain itu, meminimalkan penumpukan karat serta meluangkan waktu mengeringkan kamar untuk mencegah kerak kapur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau