Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Selalu Kotor, Ini 4 Penyebab Kecoak Muncul di Rumah yang Bersih

Kompas.com, 30 November 2022, 14:45 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran kecoak di dalam rumah identik dengan hunian yang kotor. Hal ini karena kecoak dikenal sebagai serangga yang hidup di lingkungan kotor.

Karena itu, salah satu cara mengusir kecoak dari rumah adalah membersihkan hunian secara rutin. Namun, kenyataannya rumah yang bersih pun tetap bisa mengundang kecoak masuk ke dalamnya. 

Dilansir dari Rest Easy Pest Control, Rabu (30/11/2022), ada beberapa penyebab kecoak memasuki rumah yang bersih seperti berikut ini. 

Baca juga: Hati-hati, Kecoak Mati Bisa Mengundang Kecoak Lain ke Dalam Rumah

Sudut kotor

Daun pandan untuk mengusir kecoa telah diyakini oleh sebagian orang sejak lama.SHUTTERSTOCK/GAN CHAONAN Daun pandan untuk mengusir kecoa telah diyakini oleh sebagian orang sejak lama.

Saat mengepel lantai dan menggunakan disinfektan, terkadang orang-orang lupa membersihkan tempat-tempat yang paling disukai kecoak, yakni sudut, celah, dan area yang sulit dijangkau.

Tetesan minyak dan cipratan makanan di belakang kompor dan ove  serta tumpahan dan partikel makanan di bawah kulkas juga bisa mengundang kecoak ke dapur. 

Karena itu, pembersihan rutin harus mencakup area-area yang tidak biasa ini supaya kecoak benar-benar dibasmi dari rumah.

Baca juga: Catat, Ini Area Favorit Kecoak di Rumah

Lupa menutup makanan

Ketika membersihkan dapur, biasanya orang-orang akan menyeka kotoran dan remah makanan di lantai. Namun, terkadang mereka melupakan makanan yang terbuka, padahal ini dapat menarik kecoak muncul ke rumah.

Untuk itu, selalu simpan makanan apa pun dalam wadah rapat untuk menjauhkan kecoak dari hunianmu.

Area lembap

Sama dengan semua makhluk hidup, kecoak membutuhkan air untuk bertahan hidup, yang membuatnya memasuki rumah. 

Pipa bocor dan genangan air di sekitar rumah adalah tempat yang disukai kecoak. Bahkan, mangkuk air hewan peliharaan serta kondensasi dari kulkas dan AC dapat menarik serangga ini  ke rumah. 

Lebih lanjut, kecoak senang hidup di tempat gelap dan lembap. Jadi, area seperti ruang bawah tanah dan lemari di bawah bak cuci piring adalah tempat tinggal yang ideal.

Baca juga: 7 Tempat Persembunyian Kecoak yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi kecoak.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecoak.

Makanan kecoak

Kecoak tidak hanya hidup dari makanan, sampah, dan sisa makanan yang berbau busuk, tapi bisa memakan hampir semua yang ada di sekitarnya.

Apa pun situasnya, kecoak akan menemukan sesuatu untuk dimakan, entah itu karton, kulit, minyak, sabun pasta gigi, feses, hingga rambut manusia.

Halaman yang berantakan

Meski bagian dalam rumah sudah bersih, kecoak tetap bisa masuk ke rumah jika halaman dipenuhi rerumputan dan semak yang tumbuh secara tidak beraturan. Ini adalah tempat persembunyian sempurna bagi kecoak.

Selain mencari air dan makanan, kecoak masuk ke rumah untuk mencari tempat berlindung. Rerumputan dan semak yang tumbuh terlalu tinggi akan menjadi tempat berlindung yang gelap bagi kecoak.

Setelah itu, genangan air di pot tanaman dan selokan juga bisa membuat kecoak datang dan berkembang biak di sana. 

Baca juga: Ragam Hal yang Dapat Membuat Kecoak Muncul di Kamar Mandi

Retak dan celah

Retak dan celah pada dinding adalah tempat ideal bagi kecoak untuk bersembunyi. Kecoak akan mempertimbangkan celah antara instalasi listrik dan dinding sebagai rumahnya.

Untuk itu, perbaiki celah, retakan, dan kebocoran pipa untuk membasmi sumber kehidupan kecoak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau