Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Februari 2023, 22:38 WIB
Dominikus Wirawan Kuncorojati,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Marmer banyak menjadi pilihan utama untuk meja dapur karena keindahan dan kualitas materialnya.

Namun, marmer membutuhkan banyak perawatan dan pembersihan yang hati-hati agar tidak merusaknya. Mengelap tumpahan dengan segera adalah salah satu cara menjaga marmer tetap awet. 

Baca juga: 2 Keunggulan Menggunakan Backsplash Marmer di Dapur

Namun, bagaimana jika marmer telanjur rusak oleh noda dan etching?

Dilansir dari Real Simple (8/2/2023), berikut beberapa cara membersihkan noda membandel pada marmer dan merawatnya. 

Ilustrasi membersihkan permukaan marmerSHUTTERSTOCK/SERSOLL Ilustrasi membersihkan permukaan marmer
Alat dan bahan yang dibutuhkan 

  • Siapkan botol semprotan.
  • Cairan pencuci piring.
  • Kain mikrofiber.
  • Sabut baja.
  • hidrogen peroksida 12 persen. 
  • Handuk kertas. 
  • Plastic wrap

Baca juga: 6 Kelebihan Marmer yang Perlu Diketahui, Tidak Hanya untuk Lantai

Cara membersihkan marmer

1. Campurkan sabun cuci piring dan air panas, lalu masukkan ke botol semprot.

2. Setelah itu, semprotkan ke seluruh permukaan marmer, lalu lap bersih dengan kain mikrofiber. Keringkan dengan kain bersih untuk memastikan tidak ada kelembapan yang tersisa. Perlu diketahui, air dapat meninggalkan bekas pada marmer.

3. Cairan asam, seperti jus lemon dan saus tomat, dapat menyebabkan etching pada marmer.
Untuk menghilangkannya, kenakan sarung tangan, gosok area yang tergores dengan sabut baja kelas super halus yang kering. Bahan abrasif ringan akan menghilangkan bekas goresan tanpa menggores permukaan.

Baca juga: Hindari, Air Perasan Lemon Dapat Merusak Meja Dapur Marmer

Ilustrasi dapur, ilustrasi lantai marmer.SHUTTERSTOCK / Serghei Starus Ilustrasi dapur, ilustrasi lantai marmer.
4. Jika membiarkan minyak di atas marmer, minyak dapat meresap ke permukaan berpori dan menyebabkan warnanya menjadi lebih gelap.

Untuk mengatasinya, coba buat apa yang disebut tapal marmer. Pertama-tama, sobek handuk kertas putih menjadi potongan-potongan kecil.

5. Di dalam mangkuk, semprot potongan tersebut dengan hidrogen peroksida. Letakkan potongan di area yang terkena noda, lalu tutupi dengan plastic wrap. Buat lubang udara, lalu biarkan tapal mengering.

Cara ini memerlukan waktu hingga 24 jam. Periksa secara berkala untuk memastikan Anda tidak membuat marmer terlalu terang secara tidak sengaja.

6. Lepaskan plastic wrap dan handuk kertas, lalu bersihkan permukaan dengan mengikuti langkah pertama dan kedua. 

Baca juga: 6 Kelebihan Marmer yang Perlu Diketahui, Tidak Hanya untuk Lantai 

Cara merawat marmer 

1. Bersihkan tumpahan apa pun segera dari marmer seperti air lemon, saus tomat, dan zat asam lainnya. 

3. Jangan bersihkan marmer dengan cuka putih karena bisa menggores marmer meski cuka adalah pembersih yang efektif untuk banyak permukaan.

4. Bersihkan permukaan marmer secara rutin. 

Baca juga: 4 Kelebihan Permukaan Meja Berbahan Marmer

5. Jangan lupa menggunakan tatakan gelas saat meletakkan di meja marmer karena air dapat meninggalkan bekas atau noda air. 

6. Jangan gunakan tatakan kaki tiga saat meletakkan piring panas di atas meja marmer

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau