Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanaman Hias Merambat yang Cocok di Dalam Ruangan

Kompas.com, 9 April 2023, 19:18 WIB
Dominikus Wirawan Kuncorojati,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Meletakkan tanaman hias di dalam rumah akan membuat ruangan lebih hidup serta menambahkan warna pada ruangan.

Terdapat berbagai pilihan tanaman hias untuk diletakkan di dalam ruangan, salah satunya tanaman merambat. Tanaman ini akan menghadirkan suasana asri dan meneduhkan di rumah. 

Dilansir dari Love to Know, Minggu (9/4/2023), berikut enam tanaman hias merambat yang cocok untuk mendekorasi ruangan.

Baca juga: Hal yang Patut Diketahui Jika Ingin Merawat Tanaman Rambat

Betel leaf plant

Betel leaf plant lebih menyukai cahaya tidak lansung yang sedang, tetapi juga dapat menerima cahaya tidak langsung yang terang. Tanaman ini menyukai banyak kelembapan, jadi sebaiknya menyiramnya sedikit setiap hari.

Creeping fig

Creeping fig (ficus pumili) adalah tanaman merambat berdaun kecil dalam keluarga ficus. Tanaman ini tidak terlalu rewel terhadap sinar matahari dan akan tumbuh di dalam ruangan dengan cahaya terang, sedang, dan rendah.

Musuh terbesarnya adalah penyiraman berlebihan. Sebaiknya, tunggu sampai tanahnya agak kering sebelum menambahkan air.

Baca juga: 5 Tanaman Merambat untuk Mempercantik Hunian

English ivy

Ilustrasi tanaman English Ivy, yang merupakan salah satu tanaman pembersih udara di rumah. SHUTTERSTOCK/ARTBACKGROUND Ilustrasi tanaman English Ivy, yang merupakan salah satu tanaman pembersih udara di rumah.
English ivy (Hadera helix) tumbuh cepat dan paling baik dalam cahaya tidak langsung yang sedang, tetapi juga akan tumbuh subur dalam cahaya tidak langsung yang terang.

English ivy membutuhkan air yang konsisten. Tambahkan air segera setelah tanah terasa kering di permukaan. Perlu diperhatikan, tanaman ini beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Jangan mencoba memakan bagian mana pun dari tanaman ini.

Heartleaf philodendron

Heartleaf philodendron adalah tanaman hias merambat yang populer serta lebih menyukai cahaya tidak langsung yang terang, tetapi dapat mentoleransi cahaya sedang atau rendah. 

Semakin banyak cahaya tidak langsung yang diterima, semakin cerah dan berkilau daunnya. Tanaman ini lebih suka tanahnya tetap lembap. Tambahkan air setelah tanahnya mulai mengering.

Jika daunnya mulai menguning, itu berarti Anda terlalu banyak menyiram. Namun, jika daunnya berubah warna mennjadi coklat, artinya tanaman tidak mendapatkan cukup air

Baca juga: Tak Mudah Mati, Cara Merawat Tanaman Hias Philodendron Heartleaf

Hoya hearts

Hoyafeey Hoya
Hoya hearts (Hoya Kerrii) memiliki daun kecil berbentuk hati. Tanaman ini membutuhkan beberapa jam cahaya tidak langsung yang terang setiap hari untuk tumbuh subur.

Tunggu hingga 2,5 sampai lima sentimeter pertama tanah tanaman ini mengering sebelum menambahkan air.

Baca juga: 5 Tanaman Hias Berbentuk Hati yang Akan Membuatmu Jatuh Cinta

Philodendron pink princess

Philodendron pink princess (Philodendron erubescens) adalah philodendron merambat yang tumbuh subur di dalam ruangan selama mendapat banyak cahaya.

Untuk mempertahankan warna merah muda dan hijau yang indah, tanaman ini membutuhkan setidaknya enam jam cahaya terang tidak langsung setiap hari.

Tanaman ini rentan terahadap pembusukan akar, jadi penting menunggu lima sentimeter bagian atas tanah mengering sebelum disiram. Jika daun tanaman ini mulai kehilangan warna merah mudanya, itu berarti ia tidak mendapatkan cukup cahaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau