Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Merawat Talenan Kayu yang Digunakan untuk Memotong Daging Mentah

Kompas.com, 31 Mei 2023, 08:55 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Talenan kayu menjadi salah satu jenis talenan yang banyak digunakan di dapur.

Talenan kayu biasa digunakan untuk memotong berbagi jenis bahan makanan, dari cabai, bawang, sayuran, buah, hingga bumbu lainnya. 

Baca juga: Bebas Kuman, Ini Cara Membersihkan Talenan Kayu dan Plastik

Namun, tak jarang, orang menggunakan talenan kayu untuk mengiris atau memotong daging mentah.

Padahal, dikutip dari How Stuff Works, Rabu (31/5/2023), talenan kayu tidak boleh digunakan untuk memotong daging karena permukaan kayu yang berpori dapat memberikan akses lebih mudah bagi bakteri pada daging untuk masuk dan bersarang di talenan kayu.

Bakteri Salmonella, e-coli, dan bakteri lainnya dapat ditemukan di talenan kayu yang digunakan untuk memotong daging mentah.

Baca juga: Kapan Harus Mengganti Talenan Plastik? Ini Tanda-tandanya

Ilustrasi talenan kayu, memotong daging di talenan kayu. SHUTTERSTOCK/NITO Ilustrasi talenan kayu, memotong daging di talenan kayu.
Maka itu, untuk meminimlkan risiko Anda dan keluarga terpapar kontaminan ini, sebaiknya menggunakan dua talenan di rumah, yakni satu talenan untuk buah dan sayuran serta satu lagi untuk daging.

Talenan yang hanya bersentuhan dengan sayuran dan buah tidak perlu disanitasi setiap kali selesai digunakan. Namun, Anda harus membersihkan talenan yang digunakan untuk memotong protein hewani dalam bentuk apa pun, termasuk ikan, unggas, dan daging sapi.

Talenan kayu harus diberi minyak setiap minggu untuk melindunginya dari bakteri. Minyak mineral sangat cocok untuk ini.

Baca juga: Cara Membersihkan Talenan Kayu Pakai Baking Soda, Tampak Seperti Baru

Beberapa jenis minyak lain juga bisa digunakan, tapi jangan pernah menggunakan minyak sayur atau minyak goreng untuk membumbui talenan kayu karena dapat merusak kayu dan menghasilkan bau tengik.

Selain itu, jangan lupa mengganti talenan kayu yang tergores atau berlekuk karena pemakaian karena kondisi ini bisa membuat bakteri sangat mudah masuk ke celah-celahnya.

Jika bekerja dengan makanan yang sangat menyengat, seperti bawang putih, bawang bombai, atau ikan, hilangkan bau yang terperangkap di talenan kayu dengan mengusapkan irisan lemon segar di area permukaan setelah membersihkan dan mendisinfeksi talenan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Bawang dari Talenan Kayu

Potongan kecil daging dapat jatuh dari talenan kayu dan cairan daging mentah dapat memercik sehingga tidak meninggalkan bekas yang terlihat.

Selain merawat talenan kayu, lakukan juga membersihkan meja di bawah dan di sekitar area memasak dengan air sabun panas setelah selesai bekerja di dapur. Pasalnya, meja menjadi tempat untuk meletakkan talenan ketika digunakan. 

Gunakan pembersih serbaguna yang sesuai dengan material meja dapur untuk menghindari kerusakan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau