Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ampuh, Ini 3 Bahan Alami Menghilangkan Noda Kerak Air pada Keran

Kompas.com, 29 Juli 2023, 15:50 WIB
Dominikus Wirawan Kuncorojati,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Ideal Home

JAKARTA, KOMPAS.com - Noda kerak air yang menempel membuat tampilan keran air di rumah kurang sedap dipandang serta menghambat aliran air.

Kerak merupakan residu berkapur yang terbuat dari kalsium dan magnesium dan tertinggal saat air sadah menguap. Noda kerak air bisa menempel di berbagai permukaan.  

Baca juga: Cara Menghilangkan Kerak Putih di Keran Air dan Bak Cuci Piring 

Untungnya, menghilangkan noda kerak air tidak selalu menggunakan bahan kimia. Anda dapat membersihkannya menggunakan bahan-bahan alami di dapur.

Dikutip dari Ideal Home, Sabtu (29/7/2023), berikut sejumlah bahan alami menghilangkan noda kerak air pada keran. 

Lemon

Ilustrasi lemon, irisan lemon. PIXABAY/STEVE BUISSINNE Ilustrasi lemon, irisan lemon.
Lemon efektif mengurai noda kerak air karena sifat asamnya sehingga sering menjadi pilihan menghilangkan noda kerak air pada keran. 

Namun, Richard Ghinn, bathroom expert di Tradebase, mengingatkan perlu berhati-hati membilas lemon dengan air setelahnya karena dapat mengikis keran setelah menghilangkan kerak.

Untuk penumpukan dalam jumlah kecil, gosokkan air perasan lemon perlahan menggunakan kain atau sikat gigi, bilas dengan air, kemudian gosok keran dengan kain kering.

Baca juga: 11 Benda di Dapur yang Bisa Dibersihkan Pakai Lemon Segar

Sedangkan untuk noda kerak air yang lebih tebal, rendam kain atau tisu dapur dalam air lemon, letakkan di atas keran, dan biarkan selama satu jam.

Ikatkan kantong berisi perasan air lemon pada bagian cerat menggunakan karet, biarkan selama satu jam. Setelah satu jam, lepaskan kain dan kantong, bilas dengan air, keringkan, dan gosok keran air dengan kain.

Cuka

Ilustrasi cuka putih.SHUTTERSTOCK/KAI KEISUKE Ilustrasi cuka putih.
Cuka juga menjadi bahan alami menghilangkan noda kerak air pada keran. Kanduangan asam cuka bekerja sangat baik membersihkan endapan kerak yang membandel. 

Untuk memanfaatkannya, campurkan cuka putih dan air dengan jumlah sama, kemudian celupkan kain pembersih ke dalam larutan tersebut, gunakan kain untuk menggosok kerak.

Polly Shearer, kitchen and bathroom expert di Tap Warehouse, merekomendasikan memperpanjang waktu perendaman jika ada banyak noda kerak air. 

"Tergantung pada seberapa parah kerak, rendam area berkerak dalam larutan cuka putih hingga 30 menit sebelum menggosoknya," imbuhnya.

Baca juga: Jangan Gunakan Cuka untuk Membersihkan Permukaan Karet, Kenapa?

Baking soda 

Terakhir, bahan alami menghilangkan noda kerak air pada keran adalah baking soda. Caranya, buat pasta baking soda dnegan campuran air.

Fohen, tap specialists, menyarankan mencampurkan 118 mililiter baking soda dengan air hangat secukupnya.

Dengan kain lembut, gosokkan campuran tersebut dengan lembut pada noda kerak air. Setelah selesai menggosok, bilas dengan air, lalu seka hingga kering untuk mencegah timbulnya bercak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau