Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 September 2023, 15:30 WIB
Anggita Budi Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah yang rapi dan ideal menjadi impian banyak orang karena dapat memberi kenyamanan tinggal di dalamnya serta membuat lebih produktif.

Sebaliknya, rumah yang berantakan dapat membuat stres dan tidak nyaman sehingga penting menjaga hunian tetap rapi dan tertata. 

Baca juga: Lemari Pakaian Berantakan Berdampak Buruk pada Karier dan Kesehatan?

Langkah awal menjaga rumah tetap rapi dan teratur adalah melakukan decluttering atau menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai di rumah.

Namun, cara ini bisa memakan waktu dan tenaga. Karena itu, cara lebih baik mengatasi masalah ini adalah mencegahnya terjadi dari awal.

Dilansir dari Real Simple, Kamis (21/9/2023), berikut sejumlah cara mencegah rumah berantakan.

Jangan membeli semua barang dalam jumlah besar

Ilustrasi barang yang disimpan di lemari dapurSHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi barang yang disimpan di lemari dapur
Sering kali membeli barang dalam jumlah besar dapat menghemat uang, tetapi sebaiknya selektif memilih barang yang akan dibeli.

Salah satu masalah membeli barang dalam jumlah besar adalah membeli barang-barang yang sebenarnya belum atau tidak begitu diperlukan.

Hal ini dapat menyebabkan rak atau penyimpanan lainnya menjadi berantakan, yang akhirnya Anda membuangnya jika terlalu memakan banyak ruang dan tidak digunakan. 

Baca juga: Simak, Ini 7 Kesalahan Dekorasi yang Bikin Rumah Tampak Berantakan

Buang wadah makanan sekali pakai

Selanjutnya, cara mencegah rumah berantakan adalah membuang wadah makanan sekali pakai. Wadah makanan sekali pakai dapat menyebabkan kekacauan di dapur jika terlalu sering mencucinya kembali setelah memakainya.

Sering kali banyak dari kita memiliki lebih dari satu paket wadah makanan sekali pakai di dapur. Hal ini dapat menjadi sulit menjaga kerapian dapur sehingga penting membuang atau mendaur ulang wadah makanan sekali pakai.

Wadah makanan sekali pakai juga tidak dimaksudkan untuk digunakan lebih dari sekali  karena dapat melepaskan zat-zat berbahaya yang dapat mencemari makanan. 

Jadi, berinvestasilah pada wadah makanan berkualitas dengan menggunakan wadah makanan  berbahan kaca atau plastik yang memang dapat digunakan kembali berulang kali. 

Baca juga: 4 Ide Penyimpanan Barang di Kamar Tidur Kecil agar Tak Berantakan

Simpan tas belanja di kendaraan

Ilustrasi wadah makanan, wadah plastik.SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi wadah makanan, wadah plastik.
Tas belanja merupakan solusi bagus dan efektif mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Namun, jika memiliki banyak koleksi, lebih baik menyimpan beberapa saja di mobil sehingga tidak memenuhi ruang penyimpanan di dalam rumah. 

Letakkan di bagasi atau tempat yang mudah dijangkau di dalam kendaraan Anda. Hal ini juga lupa membawanya saat bepergian.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau