Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 25 September 2023, 15:35 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah dicuci, piring dan alat makan lainnya perlu dikeringkan. Tujuannya agar tidak menjadi tempat pertumbuhan bakteri.

Biasanya, kita akan mengeringkan piring dengan cara meletakkan di atas rak yang ditempatkan dekat dengan wastafel. Meski bisa membuat piring kering, namun cara ini membutuhkan waktu cukup lama.

Bree Lemmen, Whirlpool Kitchen Brand Manager, menyarankan dua cara mengeringkan piring dengan cepat dan efektif. Dilansir dari Better Homes & Garden, Senin (25/9/2023), berikut ini penjelasan selengkapnya.

Baca juga: 7 Barang yang Dapat Dicuci dengan Mesin Pencuci Piring

Cara mengeringkan piring menggunakan kain

Kain yang digunakan untuk mengeringkan piring yaitu kain mikrofiber. Jenis kain ini bisa mengeringkan piring dengan cepat.

Jangan gunakan lap basah atau kotor karena bisa membawa bakteri dan kotoran lain ke piring yang sudah dicuci.

Jenis kain non-mikrofiber bersih juga sebaiknya tidak digunakan karena bisa meninggalkan serat pada alat makan tersebut.

Ilustrasi mengeringkan piring dalam dishwasher atau mesin pencuci piring.SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV Ilustrasi mengeringkan piring dalam dishwasher atau mesin pencuci piring.

Cara mengeringkan piring di mesin pencuci piring

Selain mengeringkan secara manual menggunakan kain mikrofiber, Anda juga bisa mengeringkan piring dalam mesin pencuci piring.

Lemmen menerangkan bahwa mode pengering yang sering digunakan yaitu mode panas kering. Namun, mode ini tidak bisa digunakan untuk mengeringkan semua jenis bahan.

Baca juga: Cara Menggunakan Dishwasher atau Mesin Pencuci Piring

Tak hanya menentukan mode pengeringan yang tepat, Lemmen juga memberikan sejumlah tips mengeringkan mengeringkan piring di dalam mesin pencuci piring.

Menggunakan mode bantuan bilas untuk mengeringkan barang plastik yang sulit dikeringkan karena bahan plastik memiliki konduktivitas termal yang rendah.

  • Memilih fitur extend head dry atau head dry, apabila ingin memastikan piring kering sempurna.
  • Selalu keluarkan piring dari bawah ke atas, agar sisa air di rak atas tidak menetes ke bagian bawah.

Cara mengeringkan piring yang harus dihindari

Mengeringkan piring menggunakan kain mikrofiber cukup mudah, namun memerlukan waktu dan tenaga lebih. Jika Anda tidak memiliki banyak waktu luang, maka Anda bisa mengeringkan dalam mesin pencuci piring.

Baca juga: Simak, Begini Cara Mencuci Piring yang Benar

Meskipun demikian, pengeringan piring dalam mesin cuci perlu memperhatikan materialnya. Anda bisa membaca terlebih dahulu instruksi perawatan pada alat makan tersebut.

Hal tersebut dikarenakan tak semua material alat makan bisa dibersihkan dan dikeringkan dalam mesin pencuci piring.

Sementara itu, hal yang perlu dihindari saat mengeringkan piring yaitu jangan mengeringkan menggunakan tisu. Sebab, tisu bisa tertinggal di permukaan alat makan dan membuat alat makan menjadi kotor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau