Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Penyebab Gelas Kaca Keruh Setelah Mencuci di Mesin Pencuci Piring

Kompas.com, 23 Oktober 2023, 13:28 WIB
Anggita Budi Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mencuci gelas kaca dengan mesin pencuci piring bisa membuatnya berubah menjadi keruh. 

Noda keruh ini dapat membuat tampilan gelas kaca menjadi tidak menarik dan kotor. Ada beberapa penyebab gelas kaca bisa menjadi keruh setelah mencucinya dengan mesin pencuci piring, seperti jenis air di daerah tempat tinggal dan sabun yang digunakan. 

Baca juga: Cara Membersihkan Gelas Kaca yang Keruh agar Kembali Bening

Dengan mengetahui penyebab ini, Anda dapat mengambil langkah pencegahan agar gelas kaca tetap terlihat seperti baru.

Dilansir dari Homes and Gardens, Senin (23/10/2023), berikut lima penyebab gelas kaca keruh setelah mencucinya di mesin pencuci piring.

Residu air sadah

Ilustrasi gelas kaca.Shutterstock/New Africa Ilustrasi gelas kaca.
Residu air sadah adalah salah satu penyebab umum gelas kaca keruh. Air sadah mengandung kalsium dan magnesium yang dapat mengendap di peralatan gelas serta meninggalkan lapisan tipis yang keruh. Hal ini sering disebut noda air keras atau etsa.

Jika tinggal di daerah dengan air sadah, Anda dapat menggunakan filter air untuk mengurangi kadar mineral di dalamnya. 

Baca juga: Cara Membersihkan Gelas Kaca yang Kusam dengan Cuka Putih

Masalah sabun pencuci piring

Selanjutnya, penyebab gelas kaca keruh setelah mencuci di mesin pencuci piring adalah masalah sabun pencuci piring,

Hashi Mohamed,Presiden Ivy Cleans—layanan kebersihan asal Amerika Serikat—merekomendasikan menggunakan sabun pencuci piring dengan pelembut air.

Namun, pastikan menggunakannya sesuai dengan jumlah tepat. Sebab, terlalu banyak sabun dapat meninggalkan residu yang dapat menyebabkan gelas kaca menjadi keruh.

Ia menyarankan mengikuti rekomendasi produsen mengenai penggunaan sabun pencuci piring dan memilih sabun yang dirancang untuk air sadah jika perlu.

Penting menyimpan sabun pencuci piring di tempat sejuk dan kering guna menjaga efektivitasnya. 

Baca juga: Tips Aman Mengemas Gelas Kaca Saat Pindah Rumah

Suhu air tinggi

Suhu air dengan temperatur tinggi dapat mempercepat proses noda air keras dan menyebabkan gelas kaca keruh.

Ilustrasi gelas kaca.Shutterstock/Alter-ego Ilustrasi gelas kaca.

Untuk mengatasinya, turunkan suhu air pada pengaturan mesin pencuci piring di bawah 60 derajat Celsius.

Selain itu, gunakan sabun pencuci piring yang bebas fosfat di mesin pencuci piring setelah menurunkan suhunya. Sabun tidak mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan goresan atau keruh pada kaca.  

Baca juga: Cara Membuat Gelas Kaca yang Menguning Jadi Kinclong Tanpa Disikat

Bantuan bilas yang tidak memadai

Bantuan bilas yang tidak memadai juga dapat menjadi penyebab gelas kaca keruh setelah mencuci di mesin pencuci piring.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau