Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Mencegah Tikus Masuk ke Rumah, Dijamin Enggak Muncul

Kompas.com, 30 Oktober 2023, 11:26 WIB
Anggita Budi Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tikus merupakan hewan pengerat yang sering muncul di rumah. Gigitan tikus dapat menyebabkan kerusakan pada furnitur, kabel peralatan, dan barang lainnya di rumah.

Selain itu, kehadiran tikus dapat mencemari makanan dan minuman, menyebarkan penyakit, seperti tifus, leptospirosis, dan salmonellosis, dan mengganggu sehingga perlu mencegah tikus masuk ke rumah.

Baca juga: 5 Cara Membasmi Tikus dari Dinding

Nah, dikutip dari Homes and Gardens, Senin (30/10/2023), berikut tujuh cara mencegah tikus masuk ke rumah.

Tutup semua lubang dan celah

Bau kotoran tikus bisa memancing ular masuk halaman rumah.Shutterstock/A. Pomidorov Bau kotoran tikus bisa memancing ular masuk halaman rumah.
Tikus dapat masuk ke rumah melalui lubang dan celah sekecil 0,5 sentimeter. Karena itu, perlu memeriksa rumah secara menyeluruh untuk mencari lubang dan celah serta tutup dengan bahan yang sesuai.

Anda dapat menutupi lubang dan celah dengan dempul, mortar, atau kawat kasa, lalu perkuat area lubang dan celah yang rentan terbuka dengan sabut baja karena tikus dapat menggerogoti dempul dan mortar. 

Baca juga: Tanda Adanya Sarang Tikus di Rumah dan Cara Menyingkirkannya

Perkuat eksterior rumah

Selanjutnya, cara mencegah tikus masuk ke rumah adalah memperkuat eksterior rumah.  Pastikan memperkuat fondasi ruma  dengan menutup semua lubang dan celah di pelat ambang serta fondasi.

Periksa semua penetrasi mekanis di dinding, seperti tempat masuknya saluran gas atau sambungan kondensor HVAC, dan pastikan penetrasi mekanis disegel dengan benar.

Terakhir, periksa dan perbaiki semua sambungan utilitas di luar rumah dan pastikan semua sambungan tertutup rapat. 

Baca juga: 6 Penyebab Tikus Masuk ke Rumah, Bisa Bawa Penyakit

Perkuat pipa

Ilustrasi tikus di dalam rumah. SHUTTERSTOCK/MR. RATHOD Ilustrasi tikus di dalam rumah.
Selain itu, memperkuat pipa karena tikus dapat masuk ke rumah melalui pipa, seperti pipa air dan pipa drainase.

Pertama, cari celah dan lubang di sekitar pipa. Jika ada, tutup semua celah dan lubang dengan dempul, mortar, atau sabut baja serta pasang pelat penutup di sekitar pipa.

Memangkas dedaunan di halaman rumah 

Cara mencegah tikus masuk ke rumah berikutnya adalah memangkas dedauan di halaman rumah. Tikus dapat memanjat pohon, semak, bahkan kabel luar untuk mencari makanan serta tempat berteduh sehingga penting memangkas kembali dedaunan di halaman rumah. 

Pangkas cabang pohon setidaknya 1,5-1,8 meter dari garis atap untuk mencegah tikus melompat ke atap. Selain itu, pangkas rumput dan semak-semak yang tumbuh di dekat rumah agar tikus lebih sulit menemukan tempat berlindung. 

Baca juga: Cara Mengusir Tikus Pakai Garam, Tepung, dan Deterjen

Pembersihan dan penyimpanan makanan yang benar

Sudah menjadi suatu langkah penting menjaga rumah tetap bersih dan tidak menarik bagi tikus. Tikus muncul di rumah karena mencari makanan, air, dan tempat berlindung.

Maka itu, simpa semua makanan dalam wadah kedap udara berbahan plastik yang tebal atau kaca yang tertutup rapat.

Bersihkan seluruh peralatan dapur dengan segera setelah selesai digunakan serta kosongkan sampah dalam ruangan secara teratur.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau