Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 12 Desember 2023, 14:04 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com – Kotak pasir adalah kloset atau toilet kucing yang fungsinya sangat penting. Kotak ini digunakan sebagai tempat kucing membuang kotoran.

Kebersihan kotak pasir penting untuk diperhatikan, selayaknya kebersihan kamar mandi di rumah. Sebab, jika kotak pasir tidak rutin dibersihkan, maka akan mengeluarkan bau tak sedap yang bisa mengganggu kenyamanan di rumah.

Baca juga: 5 Cara Membuat Kotak Pasir Kucing Tak Berbau

Tak hanya rutin membersihkan, ada beberapa cara lain agar kotak pasir tidak bau. Dilansir dari Preventive Vet, Selasa (12/12/2023), berikut tips agar kotak pasir kucing tidak bau.

Buang kotoran kucing setiap hari

Ilustrasi kotak pasir kucing.Freepik Ilustrasi kotak pasir kucing.

Cara termudah untuk mengurangi bau pada kotak pasir yaitu membuang kotoran kucing setiap hari. Bersihkan kotak pasir minimal satu kali dalam sehari.

Selain mengganggu kenyamanan penghuni rumah, kotak pasir yang kotor juga tidak disukai kucing. Sebab, kucing memiliki indra penciuman yang tajam dan tidak senang saat kotak pasirnya kotor.

Baca juga: Cara Hilangkan Bau Kotak Pasir Kucing Pakai Minyak Esensial

Jika kotak pasir bau, kucing tidak akan membuang kotoran di dalam kotak pasir yang kotor. Kucing akan membuang kotoran di area lain dan berisiko membuat rumah menjadi lebih kotor.

Apabila kamu tidak memiliki banyak waktu untuk membersihkan kotak pasir setiap hari, maka dianjurkan menggunakan kotak pasir yang bisa membersihkan secara otomatis.

Cuci kotak pasir secara menyeluruh

Tips agar kotak pasir kucing tidak bau lainnya adalah cuci kotak pasir secara menyeluruh. Pembersihan secara menyuluh bisa dilakukan sebulan sekali dan gosok secara menyeluruh.

Disarankan untuk menggunakan sarung tangan agar tangan terlindungi dari patogen dari urin maupun tinja kucing. Selain itu, gunakan juga sabun dan air agar kotak pasir bersih maksimal.

Jangan gunakan pemutih atau bahan kimia untuk membersihkan kotak pasir karena kucing mungkin akan menghindari kotak kotoran, meskipun sudah bersih. Setelah dibersihkan, keringkan kotak pasir dan isi dengan pasir bersih.

Baca juga: Simak, Ini 6 Trik Menghilangkan Bau pada Kotak Pasir Kucing

Letakkan kotak pasir di ruangan berventilasi baik

Banyak orang cenderung menyimpan kotak pasir di tempat kecil agar aroma tak sedap terpusat di satu area. Cara ini ternyata tidak efektif, justru bisa membuat aroma tidak sedap terperangkap di dalam rumah.

Tak hanya itu, kucing juga mungkin akan menghindari kotak pasir yang aromanya tak sedap. Maka dari itu, cara terbaik agar kotak pasir tidak bau yaitu meletakkannya di area yang berventilasi baik.

Ruangan dengan ventilasi baik akan membuat bau tak sedap pada kotak pasir cepat hilang dan berganti dengan udara yang lebih segar.

Baca juga: Cara Meminimalkan Bau Tak Sedap dari Kotak Pasir Kucing

Taburkan soda kue

Ilustrasi kotak pasir kucing.Shutterstock/Lightspruch Ilustrasi kotak pasir kucing.

Menaburkan soda kue juga menjadi salah satu tips agar kotak pasir kucing tidak bau. Soda kue ditaburkan di atas kotak pasir yang masih kosong, sebagai lapisan dasar.

Barulah setelah itu, tambahkan pasir bersih. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu meletakkan kotak berisi soda kue di dekat kotak kotoran kucing.

Cara ini bisa membantu menyerap aroma tak sedap dari kotak pasir, tanpa mengganggu indra penciuman kucing yang sensitif.

Nah, itulah beberapa tips menjaga kotak pasir tetap segar. Langkah tersebut akan membuat penghuni rumah dan kucing tetap merasa nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau