Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 Januari 2024, 21:48 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Ada banyak bahan pembersih komersil yang dapat digunakan untuk membersihkan rumah. Produk pembersih ini efektif untuk menghilangkan noda dan aroma tak sedap.

Akan tetapi, produk pembersih komersial biasanya terbuat dari bahan kimia yang kurang ramah lingkungan. Jika digunakan terus menerus, mungkin bisa menyebabkan dampak kurang baik bagi lingkungan sekitar.

Baca juga: Berbahaya, Ini 6 Produk Pembersih Rumah yang Tidak Boleh Dicampur

Menyadari hal tersebut, banyak diantara kita yang kini memilih menggunakan produk pembersih rumah yang ramah lingkungan. Produk pembersih ini biasanya terbuat dari bahan alami yang mudah ditemukan.

Dikutip dari Chique Home Living, Selasa (16/1/2024), berikut ini beberapa produk pembersih rumah yang ramah lingkungan dan mudah ditemukan.

Cuka

Ilustrasi cuka putih.Shutterstock/Pat_Hastings Ilustrasi cuka putih.

Sudah sejak lama cuka digunakan sebagai bahan pembersih rumah. Cuka bisa membersihkan noda minyak dan menghilangkan bau tak sedap.

Tak hanya itu, cuka juga bisa digunakan untuk membunuh jamur. Cara menggunakan cuka sebagai bahan pembersih, perlu diencerkan terlebih dahulu dengan air.

Selanjutnya, oleskan ke area yang bernoda. Pastikan tidak dicampurkan dengan bahan pembersih lain agar efektivitasnya tidak menurun.

Baca juga: 8 Manfaat Menggunakan Cuka untuk Mencuci Pakaian, Wajib Coba!

Soda kue

Produk pembersih rumah lainnya yang ramah lingkungan yaitu soda kue. Bahan pembersih ini memiliki sifat abrasif yang lembut, sehingga aman untuk semua permukaan.

Maka dari itu, soda kue bisa digunakan untuk membersihkan bak mandi, wastafel, dan kloset. Soda kue perlu dicampurkan dengan sedikit air sampai menjadi pasta, kemudian oleskan ke area yang akan dibersihkan.

Boraks

Boraks adalah salah satu bahan pembersih yang sudah ada sejak lama. Boraks memiliki sifat antibakteri yang dapat membersihkan bak mandi, ubin, dan area lain yang kotor.

Boraks juga bisa dicampurkan dalam pakaian kotor untuk menghilangkan bau tak sedap. Cairan boraks juga bisa disemprotkan ke permukaan yang bau seperti kloset.

Baca juga: 5 Manfaat Boraks untuk Keperluan Rumah Tangga

Jus lemon

Ilustrasi lemonShutterstock/Joshua Resnick Ilustrasi lemon

Sifat asam yang dimiliki buah lemon ternyata bisa dimanfaatkan untuk membersihkan noda membandel.

Manfaat lain dari jus lemon yaitu untuk menghilangkan noda air di wastafel maupun permukaan lain.

Namun, berhati-hatilah saat menggunakan jus lemon untuk membersihkan permukaan halus karena bisa merusak finishing dari permukaan tersebut.

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Putih di Baju Hitam, Bisa Pakai Jus Lemon

Sabun cuci piring

Terakhir, produk pembersih rumah yang ramah lingkungan yaitu sabun cuci piring. Produk pembersih ini bisa membersihkan cermin kamar mandi.

Gunakan bola kapas atau kain yang sudah dibasahi dengan sabun cuci piring. Lalu, oleskan bola kapas atau kain tersebut ke permukaan yang ingin dibersihkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau