Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Mencegah Kucing Membuang Kotoran di Karpet

Kompas.com, 23 Januari 2024, 07:18 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari semua tempat di rumah, tampaknya karpet menjadi sasaran populer untuk kucing membuang kotoran atau air besar. 

Kucing membuang kotoran di karpet adalah salah satu masalah perilaku yang paling umum dialami pemilik kucing dan sulit untuk ditangani.  

Baca juga: 9 Ras Kucing Paling Cerdas di Dunia, dari Anggora hingga Bengal

Bukan tanpa alasan kucing membuang kotoran di karpet. Ada hal yang menarik dari karpet yang perhatian kucing, seperti mudah diremas dan dicakar, baunya, serta daya serapnya.

Kunci memecahkan masalah ini adalah mencari tahu mengapa kucing membuang kotoran di karpet. 

Namun, kucing sering kali misterius, jadi untuk mengungkap masalahnya memerlukan pengamatan cermat. Anda harus menghilangkan potensi penyebabnya satu per satu.

Nah, dikutip dari The Spruce, Selasa (23/1/2024), berikut sejumlah penyebab kucing membuang kotoran di karpet dan mencegahnya. 

Baca juga: 7 Ras Kucing Berbulu Panjang yang Menggemaskan, Ada Anggora dan Persia

Masalah kesehatan

Ilustrasi kotak pasir kucing.Shutterstock/Axel Bueckert Ilustrasi kotak pasir kucing.
Sebelum berasumsi bahwa pembuangan yang tidak tepat adalah masalah perilaku, penting mengevaluasi kesehatan kucing peliharaan.

Selama pemeriksaan, dokter hewan akan memberi tahu Anda tentang perilaku kucing dan menanyakan apakah ada tanda-tanda lain, seperti muntah, diare, perubahan nafsu makan, atau lesu.

Dokter hewan akan memeriksa kucing secara menyeluruh untuk mencari tanda-tanda masalah kesehatan. Tes laboratorium dan radiografi (sinar-X) mungkin juga direkomendasikan.

Sesuatu yang sederhana, seperti sembelit, juga bisa dapat menyebabkan kucing membuang kotoran di karpet atau di tempat lain yang tidak seharusnya. 

Rasa sakit atau ketidaknyamanan juga bisa menjadi penyebab kucing membuang kotoran di karpet. Mungkin kucing peliharaan kesulitan masuk dan keluar dari kotak kotorannya serta menunggu buang air besar hingga tidak dapat menahannya lagi.

Dokter hewan mungkin menemukan kondisi, seperti radang sendi, dan menawarkan pengobatan yang membuat kucing lebih nyaman.

Ketahuilah kucing yang lebih tua dapat menderita demensia. Hal ini dapat mempengaruhi kebiasaan kucing, bahkan menyebabkannya "lupa" selama bertahun-tahun berlatih. 

Baca juga: 7 Ras Kucing Hibrida yang Unik dan Eksotis

Perilaku

Ilustrasi kotak pasir kucing.Shutterstock/Uryupina Nadezhda Ilustrasi kotak pasir kucing.
Selanjutnya, penyebab kucing membuang kotoran di karpet adalah masalah perilaku. Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan kucing tiba-tiba berubah seperti berikut ini: 

  • Kotak kotoran yang tidak diinginkan

Mungkin kucing peliharaan tidak menyukai ukuran, gaya, lokasi kotak kotoran, atau tidak menyukai kotoran yang dgunakan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau