Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Warna yang Tidak Cocok untuk Lemari Dapur, Ini Alasannya

Kompas.com, 12 Februari 2024, 19:39 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

Sumber The Spruce


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan warna yang tepat akan membuat tampilan dapur terlihat lebih menarik. Warna cat tak hanya diaplikasikan di dinding, namun juga bisa di lemari dapur.

Namun ternyata, tidak semua warna cocok digunakan untuk mendekorasi lemari dapur. Meski warna tersebut terlihat cantik, namun desainer interior tidak menyarankan menggunakan warna tersebut untuk menghias lemari di dapur.

Baca juga: 5 Tren Lemari Dapur yang Ketinggalan Zaman, Bikin Dapur Terlihat Kuno

Dilansir dari The Spruce, Senin (12/2/2024), berikut ini beberapa warna yang tidak cocok untuk lemari dapur menurut ahli lengkap dengan alasannya.

Cokelat tua

ilustrasi lemari dapur berwarna cokelat tuaShutterstock/Hotel Art Photography ilustrasi lemari dapur berwarna cokelat tua

Salah satu warna yang tidak cocok untuk lemari dapur yaitu cokelat tua. Warna ini dinilai kurang menarik, sehingga sebaiknya tigan digunakan untuk menghias lemari dapur.

Danielle Slutzky, dari Flair Design House mengatakan warna cokelat tua akan membuat dapur terasa kurang bersahabat dan kurang menarik.

Baca juga: 5 Warna Cat Dinding yang Cocok dengan Lemari Dapur Gelap

Selain itu, Slutzky juga mengatakan warna cokelat tua terlihat membosankan dan ketinggalan zaman.

Namun, jika menyukai warna cokelat dan tidak bisa meninggalkannya, Slutzky menyarankan untuk memilih warna cokelat yang lebih terang seperti cokelat almond. Warna cokelat yang lebih terang bisa memberikan efek lebih menenangkan.

Abu-abu

Selain cokelat tua, abu-abu juga dinilai kurang cocok untuk menghias lemari dapur. Warna abu-abu seringkali terlihat dingin dan kurang sesuai jika dipadukan dengan perlengkapan stainless steel.

Lemari dan perlengkapan dapur berwarna abu-abu juga terlihat monoton dan memberikan kesan kurang bersemangat.

Baca juga: 7 Warna Lemari Dapur yang Populer dan Tak Lekang Waktu

Kara Piepmeyer, pendiri Studio Kosma, bahkan mengatakan warna abu-abu cenderung menguras kehangatan, sehingga sebaiknya dihindari. Piepmeyer menyarankan untuk menggunakan warna-warna yang kaya dan nyaman di dapur rumah.

Warna netral yang trendi

Warna netral merupakan jenis warna yang banyak disukai karena bisa dikombinasikan pada warna dan desain apapun. Namun ternyata, warna netral trendi sebaiknya tidak digunakan untuk menghias lemari dapur.

Jennifer McKissick, pendiri Desain Interior Jennifer McKissick tidak merekomendasikan warna lemari dapur selain putih karena mempertimbangkan nilai jualnya. Menurutnya, warna putih dijamin tidak ketinggalan zaman dan paling banyak dicari.

Sebaliknya, warna-warna netral yang sedang trendi cenderung mudah ditinggalkan. Saat tren sudah berubah, maka warna tersebut akan ditinggalkan.

Baca juga: Warna Lemari Dapur yang Disarankan dan Dilarang Menurut Feng Shui

Merah muda dan ungu

Ilustrasi dapur, kitchen set atau lemari dapur warna kuning. SHUTTERSTOCK/SKLEP SPOZYWCZY Ilustrasi dapur, kitchen set atau lemari dapur warna kuning.

Taylor Fusco, pendiri Tay Fusco Design mengatakan warna merah muda dan ungu tidak cocok untuk lemari dapur.

Jika tetap ingin menggunakan warna merah muda, Fusco menyarankan untuk menggunakan warna merah muda yang lebih lembut dan terang agar dapur terlihat lebih estetik.

Kuning cerah

Terakhir, warna yang tidak cocok untuk lemari dapur yaitu kuning cerah. Meski bisa membuat dapur terlihat ceria, warna kuning cerah sebaiknya tidak digunakan karena membuat dapur terlihat berlebihan.

Warna kuning juga dianggap membatasi fleksibilitas saat hendak mengubah seluruh skema warna dapur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau