Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 22 Februari 2024, 07:15 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber FNP

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Tanaman tak hanya bermanfaat menghiasi rumah, tetapi juga memberikan kesegaran. 

Melalui fotosintesis, tanaman mengubah karbon dioksida yang kita embuskan menjadi oksigen segar. Oksigen ini juga dapat menghilangkan racun dari udara yang kita hirup.  

Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Cocok Diletakkan di Kamar Tidur

Dilansir dari Time, sebuah penelitian yang dilakukan NASA—Badan Antariksa Amerika Serikat—pada 1989 menemukan tanaman hias di dalam ruangan dapat menghilangkan senyawa organik mudah menguap penyebab kanker, seperti formaldehida dan benzena di udara. 

Berdasarkan penelitian ini, beberapa ilmuwan mengatakan tanaman hias di dalam rumah merupakan pembersih udara alami yang efektif.

Semakin besar dan rimbun tanaman, semakin baik membersihkan udara. “Besarnya luas permukaan daun mempengaruhi laju pemurnian udara,” kata Bill Wolverton, mantan ilmuwan peneliti NASA yang melakukan penelitian tanaman pada 1989.

Senyawa beracun, seperti benzena, ternyata ditemukan dalam rokok. Selain itu, rokok mengandung nikotin, fenol, naftalena, dan senyawa berbahaya lainnya.  

Baca juga: 5 Tanaman Hias Beracun yang Harus Diwaspadai di Rumah, Apa Saja?

Itulah mengapa rokok bisa berdampak buruk pada kesehatan dan berisiko terkena penyakit jantung dan paru-paru lebih besar. 

Hal ini pun berlaku untuk asap rokok. Asap rokok menjadi salah satu polusi berbahaya di dalam rumah. Kehadiran asap rokok di rumah tak hanya mengganggu, tetapi juga mengandung karbon monoksida mematikan.  

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna yang sangat berbahaya. Untungnya, masalah ini dapat diatasi dengan menghadirkan tanaman hias di dalam rumah. 

Disadur dari FNP, Kamis (22/2/2024), berikut sejumlah tanaman hias yang dapat menyerap asap rokok

Baca juga: 6 Tanaman Hias yang Daunnya Berbentuk Hati, Cantik dan Unik

Tanaman karet

Ilustrasi tanaman karet atau rubber plant.Shutterstock/PATHOMRAT PRAERIN Ilustrasi tanaman karet atau rubber plant.
Karbon monoksida adalah salah satu gas utama yang dikeluarkan dari asap rokok. Tanaman karet atau rubber plant mampu menyerapnya sepenuhnya dan memberi Anda udara bebas racun untuk bernapas. 

Sebaiknya, tempatkan tanaman karet di area yang memiliki banyak ruang dan berukuran besar, seperti beranda, ruang keluarga, dan balkon. 

Hal ini karena tanaman dalam ruangan ini tumbuh cepat serta berukuran sangat besar, sehingga cocok untuk atrium. 

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang dapat Menyerap Kelembapan di Kamar Mandi

Tanaman laba-laba

Selanjutnya, tanaman hias yang dapat menyerap asap rokok adalah tanaman laba-laba. Berdasarkan penelitian, tanaman laba-laba dapat menghilangkan 96 persen karbon monoksida dari atmosfer. 

Tanaman ini tumbuh merambat, jadi letakkan di bagian atas di rumah atau menjadikannya tanaman gantung. Anda bisa meletakkan tanaman laba-laba di ruang keluarga, teras, kamar tidur, hingga kamar mandi. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau