Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Pembersihan ala TikTok yang Sebaiknya Tidak Dicoba di Rumah

Kompas.com, 9 Maret 2024, 09:51 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - TikTok telah menjadi platform populer untuk berbagi “trik” pembersihan yang berguna mempermudah pekerjaan rumah tangga.

Misalnya, membersihkan loyang dengan tablet pencuci piring hingga menghilangkan bau saluran air dengan baking soda. 

Baca juga: 6 Cara Membersihkan Rumah secara Mendalam di Akhir Pekan

Metode pembersihan ini dapat membantu dan meringankan pekerjaan serta membuat hidup lebih mudah.

Tak heran, jika metode pembersihan di TikTok viral dan berkembang pesat serta banyak diterapkan penghuni rumah

Namun, seorang pakar interior mengungkapkan bahwa tidak semua cara membersihkan rumah yang viral di TikTok adalah tindakan terbaik. 

Sebaliknya, ada beberapa yang justru membuat rumah kotor dan lebih merusak furnitur atau perabotan yang dibersihkan.

Terlebih lagi, penting menggunakan produk yang tepat untuk furnitur/bahan tertentu guna menghindari kerusakan atau lebih buruk lagi menghabiskan banyak uang untuk perbaikan atau penggantian yang mahal. 

Jadi, sebelum mencobanya di rumah, berikut tiga cara pembersihan ala TikTok yang sebaiknya tidak dicoba di rumah menurut pakar interior dikutip dari Tom's Guide, Sabtu (9/3/2024). 

Baca juga: 7 Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Saat Membersihkan Rumah

Membersihkan jok berumbai dengan sabun cuci piring

Ilustrasi membersihkan rumah.Shutterstock/Marian Weyo Ilustrasi membersihkan rumah.
Sering kali sulit membersihkan sofa, kursi, atau rangka tempat tidur berumbai secara efisien. Dengan desain geometris "berumbai" berlapis kain yang terdiri atas kancing dan jahitan yang menjorok ke dalam, akan sulit untuk benar-benar masuk ke membersihkan tumpukan kotoran atau debu yang kotor.

Salah satu metode pembersihan Tiktok dari @theaestheticsideofhomes membagikan cara menjaga kebersihan furnitur berumbai hanya dengan menggunakan kain mikrofiber dan sabun cuci piring yang encer untuk masuk ke lubang dan menggosok kain secara rutin.

Namun, menurut para ahli, sabun cuci piring erlalu keras untuk serat kain atau meninggalkan noda sisa sabun.

Sebaiknya, dianjurkan menggunakan pembersih jok khusus yang cocok untuk furnitur berumbai guna menghindari kerusakan.

Sam Greig, desainer senior di Swoon—perusahaan desain online terkemuka dengan merek furnitur led—mengatakan furnitur berumbai sering terlihat di sofa, kursi, dan sandaran kepala, menggunakan teknik pelapis yang disebut rumbai untuk menciptakan pola geometris yang apik melalui jahitan atau kancing lipatan pada kain.

Ini merupakan perabot yang terlihat klasik dan mahal, tetapi lekukannya dapat menjadi lubang pengumpul debu jika tidak dirawat dengan baik.

“Saya akan merekomendasikan penggunaan pembersih kain khusus sebagai pengganti sabun cuci piring untuk menghindari kerusakan pada serat kain," kata Sam. 

Baca juga: 10 Makanan Ini Dapat Digunakan untuk Membersihkan Rumah, Apa Saja?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau