Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Barang Rumah yang Harus Dijauhkan dari Anjing Peliharaan

Kompas.com, 19 April 2024, 19:17 WIB
Bella Nurmaya Putri,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memelihara anjing di rumah tak hanya memikirkan kesehatan dan nutrisi yang diberikan, tapi juga keselamatan sahabat bulu. 

Sebab, anjing memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu di rumah, seperti barang, tanaman, dan makanan. 

Baca juga: 6 Ras Anjing yang Memiliki Harapan Hidup Paling Lama, Apa Saja?

Ditambah, anjing memiliki penciuman  sensitif yang dapat menemukan barang beraroma menarik baginya. 

Padahal, barang-barang ini tidak selalu aman untuk anjing peliharaan, bahkan ada yang dapat membahayakan keselamatannya. 

Apalagi, jika barang tersebut tidak sengaja dimakan anjing, tentu saja bisa berdampak buruk bagi kesehatannya.

Maka itu, penting mengetahui barang rumah tangga apa saja yang berbahaya bagi anjing dan menjauhkannya. 

Dikutip dari Best Life Online, Jumat, (19/4/2024), berikut sejumlah barang rumah tangga yang harus dijauhkan dari anjing peliharaan. 

Baca juga: 5 Alasan Anjing Memakan Rumput dan Cara Menghentikannya

Racun tikus

Ilustrasi anjing Lhasa apso.Shutterstock/VKarlov Ilustrasi anjing Lhasa apso.
Menurut Linda Simon, dokter dan ahli bedah hewan di Saskatchewan, Kanada, sering kali anjing memakan racun tikus yang digunakan, baik di dalam maupun luar ruangan.

Selain itu, anjing yang suka memburu tikus bisa saja memakan tikus yang sudah terkontaminasi racun sehingga sahabat bulu juga menelan racun tersebut.

Mengonsumsi racun tikus dapat menyebabkan keracunan dan mempengaruhi sistem saraf atau menyebabkan pendarahan dalam tubuh anjing.

Simon mengatakan biasanya dampak anjing mengonsumsi racun tikus terlihat pada kemampuan pembekuan darah anjing yang terganggu sehingga dapat mengakibatkan pendarahan di dalam tubuhnya yang berpotensi fatal.

"Reaksi racun tikus di dalam tubuh anjing biasanya memerlukan waktu sehingga awalnya anjing mungkin tidak menunjukkan gejala secara langsung," kata Simon

Apabila Anda menduga anjing telah menelan racun tikus, segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan tepat. 

Baca juga: 6 Penyebab Anjing Bersin-bersin dan Cara Mencegahnya

Kapur barus

Selanjutnya, barang rumah tangga yang harus dijauhkan dari anjing adalah kapur barus. Penting diingat, kapur barus termasuk dalam kategori pestisida sehingga harus dijauhkan dari semua hewan peliharaan, termasuk anjing.

Menurut Melissa M. Brock, dokter hewan yang berpraktik di Virginia, Wyoming, dan Colorado, Amerika Serikat, kapur barus mengandung naftalena--zat beracun bagi anjing yang dapat menyebabkan kerusakan organ jika tertelan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau