Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 26 April 2024, 16:00 WIB
Bella Nurmaya Putri,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua orang menginginkan rumah yang harum dan segar karena bisa memberikan kenyamanan serta rasa rileks. 

Cara paling mudah mengharumkan rumah adalah menggunakan pengharum ruangan. Namun, sering kali produk pengharum ruangan yang dijual di pasaran mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan. 

Baca juga: 7 Tanaman yang Dapat Mengharumkan Rumah

Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan bahan-bahan alami untuk mengharumkan rumah.

Dikutip dari Tom’s Guide, Jumat, (26/4/2024), berikut sejumlah cara mengharumkan rumah dengan bahan alami.

Rebusan jeruk dan kayu manis 

Ilustrasi jeruk. Shutterstock/Nitr Ilustrasi jeruk.
Anda dapat menciptakan penyegar udara alami dengan merebus potongan jeruk dan batang kayu manis.

Caranya, ambil panci kecil berisi air, kemudian tambahkan irisan jeruk, beberapa cengkeh, dan batang kayu manis ke dalamnya.

Setelah itu, panaskan air hingga mendidih dan biarkan api kecil agar terus mendidih selama beberapa jam.

Proses ini akan menghasilkan aroma yang menyegarkan dan menyebar ke seluruh rumah. Campuran ini juga bisa digunakan sebagai teh. 

Baca juga: 5 Cara Membuat Rumah Harum Sepanjang Hari

Membuat kantung pengharum ruangan berisi bunga dan rempah

Selanjutnya, cara mengharumkan rumah dengan bahan alami adalah membuat kantung pengharum ruangan berisi bunga dan rempah. 

Caranya, ambil kantong kain katun kecil atau kain muslin, kemudian isi dengan bunga kering, rempah-rempah, dan bunga yang memberi aroma menenangkan, seperti lavender, lalu tambahkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam kantung untuk meningkatkan aroma yang dihasilkan.

Setelah itu, rapatkan kantong dengan kuat menggunakan pita atau tali sebelum meletakkannya di dalam ruangan.

Aroma dari kantong ini akan bertahan selama satu atau dua minggu, tetapi Anda bisa menyegarkannya dengan menambahkan lebih banyak tetes minyak esensial jika diperlukan.

Selain sebagai penyegar udara, kantong aromatik ini cocok diletakkan di dalam laci atau lemari untuk menjaga pakaian tetap wangi dan segar. 

Baca juga: 5 Cara Menciptakan Kamar Mandi yang Harum Sepanjang Hari

Bunga potong 

Ilustrasi lavender, bunga lavender.PIXABAY/JILL WELLINGTON Ilustrasi lavender, bunga lavender.
Membawa tanaman bunga segar atau potong ke rumah juga bisa menjadi cara mengharumkan rumah. Ada beberapa bunga yang memiliki aroma harum, seperti melati, mawar, anggrek, lavender, dan geranium. 

Jika lebih menyukai aroma segar, Anda bisa memilih tanaman hias, seperti eucalyptus dan lemon balm.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau