Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Sampah Dapur yang Bisa Dijadikan Pupuk Organik untuk Tanaman

Kompas.com, 20 Mei 2024, 08:50 WIB
Bella Nurmaya Putri,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggunakan pupuk kimia sering kali berisiko dan berdampak negatif pada tanaman.

Sebagai solusi, menggunakan pupuk organik yang bebas bahan kimia dan aman bagi tanaman, tanah, serta lingkungan. 

Baca juga: 6 Jenis Pupuk Untuk Bunga Agar Tumbuh Subur

Namun, pupuk organik memiliki harga yang jauh lebih mahal dibanding pupuk kimia.  

Untungnya, Anda dapat memanfaatkan sampah dapur rumah tangga sebagai pupuk alami untuk kebun di rumah.

Sampah dapur rumah tangga yang biasanya dianggap limbah tak berguna dapat diubah menjadi pupuk alami yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Dengan demikian, selain menghemat uang, Anda juga membantu melestarikan lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Dikutip dari House Digest, Senin, (20/5/2024), berikut sampah dapur yang bisa dijadikan pupuk organik untuk tanaman

Baca juga: Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pupuk Organik dari Kulit Pisang

Ampas kopi

Ilustrasi ampas kopi untuk tanaman.Shutterstock/Monthira Ilustrasi ampas kopi untuk tanaman.
Banyak orang beranggapan kopi bersifat asam, begitu pun ampas kopi. Padahal, asam dalam kopi larut dalam air dan tetap berada di dalam kopi sehingga pH ampas kopi menjadi netral.

Menambahkan ampas kopi ke tanaman yang membutuhkan tanah asam mungkin tidak akan menurunkan pH tanah sebanyak yang dipikirkan.

Meski begitu, ampas kopi tetap memiliki banyak manfaat untuk tanaman, seperti meningkatkan struktur tanah (kemiringan tanah), membuat tanah lebih gembur, mudah diolah, dan mampu meningkatkan penyerapan air yang optimal untuk pertumbuhan tanaman.

Ampas kopi juga kaya nitrogen yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman serta mengandung magnesium, kalium, dan fosfor yang bermanfaat untuk kesehatan tanah dan tanaman.

Caranya, taburkan ampas kopi di permukaan tanah sekitar tanaman, campur dengan tanah pot atau tanah kebun untuk memperbaiki tekstur tanah dan menambah nutrisi. 

Selain itu, bisa pula menambahkan ampas kopi ke tumpukan kompos untuk mempercepat dekomposisi serta meningkatkan kandungan nitrogen.

Namun, penting untuk tidak menggunakan ampas kopi secara berlebihan karena kafein yang terkandung di dalamnya dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis tanaman. 

Baca juga: 4 Benda yang Dapat Dibersihkan dengan Ampas Kopi, Aman dan Alami

Cangkang telur

Ilustrasi menggunakan cangkang telur sebagai sumber nutrisi untuk tanaman, pupuk dari cangkang telur. SHUTTERSTOCK/THAMKC Ilustrasi menggunakan cangkang telur sebagai sumber nutrisi untuk tanaman, pupuk dari cangkang telur.
Selanjutnya, sampah dapur yang bisa dijadikan pupuk organik untuk tanaman adalah cangkang telur.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau