Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Kesalahan yang Dilakukan Saat Mengecat Lemari Dapur

Kompas.com, 8 Agustus 2024, 08:57 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengecat lemari dapur menjadi salah satu cara termudah memberikan tampilan baru pada dapur tanpa harus merombak total.

Dari lemari putih bersih, hijau sage yang trendi dengan perangkat keras kuningan, hingga  biru yang menarik, lemari dapur yang baru dicat akan mengubah seluruh ruangan. 

Baca juga: 6 Cara Meningkatkan Tampilan Lemari Dapur dengan Biaya Minim

Mengecat lemari dapur dapat menjadi proyek DIY yang sangat terjangkau meski memakan waktu. Anda juga harus menghindari beberapa kesalahan umum dalam mengecat lemari dapur untuk menghindari cat terkelupas dan lemari terlihat kotor pada kemudian hari.

Dirangkum dari Real Simple, Kamis (8/8/2024), berikut beberapa kesalahan yang dilakukan saat mengecat lemari dapur

Meremehkan jumlah waktu yang dibutuhkan

Ilustrasi dapur JapandiSHUTTERSTOCK/LILOON Ilustrasi dapur Japandi
Mengecat lemari dapur sering disebut-sebut sebagai penyegaran cepat untuk dapur. Meski bukan renovasi besar-besaran, Anda tetap harus menyisihkan waktu lebih banyak dari yang diperkirakan untuk menyelesaikan proyek ini.

Rencanakan untuk menghabiskan setidaknya satu akhir pekan penuh untuk melakukan pekerjaan dengan baik. 

Baca juga: Cara Membersihkan Lemari Dapur dari Minyak dan Kotoran Membandel

Tidak melepas pintu 

Selanjutnya, kesalahan yang dilakukan saat mengecat lemari dapur adalah tidak melepas pintu.

Mungkin Anda tergoda menyapukan lapisan cat baru tanpa melepas pintu lemari terlebih dahulu, tetapi melepas pintu adalah langkah penting untuk hasil terbaik.

Hal ini akan mencegah tetesan sekaligus memungkinkan Anda mengecat setiap permukaan kabinet, bagian dalam dan luar.

Ditambah lagi, jika menjauhkan pintu lemari dari jalan, seperti di garasi atau ruang kerja yang terpisah, Anda akan lebih kecil kemungkinannya untuk menabraknya saat cat mengering. 

Baca juga: 4 Cara Merombak Lemari Dapur agar Terlihat Baru

Melewatkan pekerjaan persiapan yang tepat

Ilustrasi lemari dapur berwarna gelap.Shutterstock/Joseph Hendrickson Ilustrasi lemari dapur berwarna gelap.
David Steckel, pakar rumah Thumbtack, mengatakan kesalahan terbesar adalah tidak meluangkan waktu untuk memahami dengan benar apa yang diperlukan untuk mempersiapkan lemari untuk dicat. 

"Mengecat ulang lemari dapur mungkin tampak seperti pekerjaan yang cocok untuk DIY, tapi ini adalah proyek rumit dan memakan waktu. Jika tidak dilakukan dengan benar, dapat terlihat lebih buruk hanya dalam beberapa bulan," ujar Steckel. 

Sebelum mulai mengecat, sebagian besar lemari dapur perlu diampelas permukaannya, mengisi celah-celah atau area yang tidak rata dengan pengisi kayu, dan membiarkannya mengering.

Setelah diampelas, gunakan kain lembap atau kain yang tidak berbulu untuk membersihkan semua debu dan kotoran. Partikel kecil yang tidak dibersihkan dapat masuk ke cat serta merusak permukaan kabinet yang murni.

Menurut Thumbtack, biaya rata-rata nasional untuk mengecat kabinet dapur berkisar antara $890 hingga $1.500, tergantung pada beberapa faktor, seperti kualitas cat, desain dan ukuran kabinet, serta metode pengecatan. 

Baca juga: 5 Makanan yang Harus Segera Dibuang dari Lemari Dapur

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau