Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kesalahan Membersihkan Jendela yang Bikin Kaca Kusam

Kompas.com, 27 Agustus 2024, 18:00 WIB
Lulu Lukyani,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jendela berperan penting bagi suatu ruangan. Selain melengkapi dan menamabah estetika, jendela menjadi jalan masuk dan keluarnya udara serta datangnya cahaya alami dari luar. 

Tak heran, kaca jendela mudah dan menumpuk debu seiring waktu. Mengingat fungsinya yang penting, penting menjaga kebersihan kaca jendela secara rutin. 

Baca juga: 7 Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Ambang Jendela

Namun, membersihkan jendela harus dilakukan dengan benar agar tidak menggoresnya atau membuat jendela malah tampak kusam.

Nah, dikutip dari Shine Windows, Selasa (27/8/2024), berikut beberapa kesalahan membersihkan jendela yang bikin kaca kusam.

Tidak membersihkan debu

Salah satu kesalahan membersihkan jendela yang kerap dilakukan adalah tidak menghilangkan debu terlebih dahulu. Padahal, hal ini malah membuat kaca jendela semakin tampak kusam.

Jika langsung menyemprotkan cairan pembersih pada jendela, kamu akan mengelap kaca bersama debu-debu yang masih menempel. Walhasil, kaca jendela tidak akan terlihat jernih dan kinclong.

Karena itu, gunakan kemoceng atau kain kering terlebih dahulu untuk mengangkat debu dan kotoran sebelum membersihkan kaca. Jangan lupakan bagian bingkai agar pembersihan lebih menyeluruh.

Baca juga: Cara Membersihkan Jendela agar Kembali Kinclong dan Bebas Goresan

Membersihkan di bawah sinar matahari langsung

Selanjutnya, kesalahan membersihkan jendela yang bikin kaca kusam adalah membersihkan di bawah sinar matahari langsung. 

Ini adalah kesalahan umum yang dapat menyebabkan noda dan bercak pada kaca. Ketika sinar matahari langsung mengenai jendela, larutan pembersih yang disemprotkan ke kaca dapat menguap dengan cepat dan meninggalkan noda serta residu.

Hal ini terjadi karena panas dari matahari mempercepat proses penguapan sehingga sulit mendapatkan hasil akhir jendela bebas noda.

Untuk menghindari kesalahan ini, bersihkan jendela saat intensitas matahari lebih rendah. Pagi-pagi sekali atau sore hari adalah waktu terbaik umembersihkan jendela karena sinar matahari belum terik-teriknya. Dengan demikian, risiko penguapan dan pembentukan noda bisa diminimalkan.

Baca juga: 4 Cara Membersihkan Jendela dengan Baking Soda

Menggunakan pembersih yang salah

Menggunakan cairan pembersih yang salah juga kerap menjadi kesalahan membersihkan jendela yang bikin kaca kusam karena dapat merusak kaca.

Pembersih yang tidak diformulasikan secara khusus untuk permukaan kaca dapat merusaknya atau meninggalkan residu membandel.

Bahan kimia keras, seperti amonia atau pemutih, dapat mengikis serta menggores kaca, yang mengakibatkan kerusakan permanen. Bahan kimia ini juga dapat bereaksi dengan rangka jendela hingga menyebabkan perubahan warna.

Beberapa pembersih juga ada yang meninggalkan residu yang sulit dihilangkan sehingga menghasilkan goresan, noda, atau tampilan kusam pada kaca jendela.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau