Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Membuat Lemari Pakaian Selalu Wangi dan Bebas Apak

Kompas.com, 30 Agustus 2024, 18:10 WIB
Lulu Lukyani,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa hal yang menyebabkan bau apak pada lemari pakaian, di antaranya udara lembap, debu yang menumpuk, dan sirkulasi udara yang tidak lancar.

Bau apak pada lemari pakaian tentu akan menyebabkan pakaian yang disimpan di dalamnya ikut berbau dan mengundang hama, yang dapat merusak pakaian akhirnya.  

Baca juga: 6 Tanda Sudah Waktunya Merapikan Lemari Pakaian

Maka itu, penting memastikan lemari pakaian selalu wangi dan bersih demi menghindari hal buruk. 

Dikutip dari Homes & Gardens, Jumat (30/8/2024), berikut beberapa cara membuat lemari pakaian selalu wangi dan bebas apak

Jaga lemari pakaian tetap bersih dan teratur

Ilustrasi lemari pakaian.Shutterstock/Danielcc Ilustrasi lemari pakaian.

Menjaga lemari pakaian tetap bersih dan teratur juga dapat mencegah bau tak sedap. Lakukan rutinitas ini setiap seminggu sekali agar lemari pakaian bebas  bau apak.

Bersihkan debu dari lemari pakaian dengan mengelap bagian dalam dan luarnya menggunakan kain mikrofiber kering. Jika debu sudah menumpuk, basahi kain dengan campuran air dan sabun cuci piring.

Pastikan mengangin-anginkan lemari pakaian dengan benar setelah dibersihkan guna mencegah kelembapan yang bisa menimbulkan bau.

Kemudian, jaga lemari pakaian tetap teratur dengan menyingkirkan pakaian atau barang yang tidak lagi dibutuhkan. Ini tidak hanya memudahkam menemukan barang-barang, tetapi juga memastikan pakaian mendapatkan udara segar untuk mencegah bau apak.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Apak pada Handuk Mandi

Jangan menaruh baju terlalu padat

Selanjutnya, cara membuat lemari pakaian selalu wangi dan bebas apak. Lemari pakaian yang terlalu penuh dapat mengakibatkan sirkulasi udara yang buruk, yang menyebabkan udara terperangkap dan menimbulkan bau tak sedap.

Sebaiknya, keluarkan pakaian yang sudah tidak terpakai dari lemari pakaian. Simpan pakaian secukupnya agar lemari tidak terlalu padat dan baju pun terhindar dari bau apak. 

Baca juga: 6 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Lemari Pakaian, Ini Alasannya

Hilangkan kelembapan

Ilustrasi dehumidifier di dalam kamar. SHUTTERSTOCK/TOMISLAV PINTER Ilustrasi dehumidifier di dalam kamar.

Mencegah kelembapan di dalam lemari pakaian sangat penting untuk menghindari munculnya jamur, yang merupakan penyebab umum bau tak sedap. Menggunakan dehumidifier atau penyerap kelembapan dapat membantu menjaga lemari tetap wangi dan bebas bau.

Selain itu, pintu lemari pakaian dengan celah atau ventilasi, seperti bahan rotan atau anyaman,  memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik sehingga mengurangi kemungkinan terbentuknya jamur dan lumut.

Karena itu, rutinlah memeriksa tanda-tanda jamur pada lemari pakaian dan segera atasi masalah tersebut untuk mencegah bau apak serta pertumbuhan jamur.

Baca juga: 6 Cara Memaksimalkan Ruang di Lemari Pakaian agar Tidak Berantakan

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau