Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kerap Diabaikan, 5 Alat Pembersih Rumah Ini Perlu Dibersihkan Rutin

Kompas.com, 3 Oktober 2024, 07:43 WIB
Dena Sari Dewi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam melakukan tugas membersihkan rumah, membutuhkan alat pembersihan, seperti kain pel, vacuum cleaner atau penyedot debu, sapu, kain mikrofiber, dan sikat. 

Alat pembersih rumah ini membantu tugas membersihkan lebih mudah serta memberikan hasil lebih bersih. 

Baca juga: 7 Area dan Benda yang Sering Terlewatkan Saat Membersihkan Rumah

Namun, alat pembersih ini sering terlupakan untuk dibersihkan. Padahal, alat pembersih ini dapat kotor, berbau, dan menyimpan bakteri. 

Terus menggunakan alat pembersih yang kotor dapat membuat rumah justru kotor dan menyebarkan bakteri ke berbagai benda serta permukaan.  

Maka itu, perlu memasukan tugas membersihkan alat kebersihan ke jadwal pembersihan rumah. 

Dikutip dari Real Simple, Kamis (3/10/2024), berikut ini sejumlah alat pembersih rumah yang perlu dibersihkan rutin. 

Sapu

Sapu yang sering digunakan untuk menyapu lantai dapat mengumpulkan debu, rambut, dan kotoran lainnya pada bagian ujung sapu.

Untuk itu, perlu membersihkan secara teratur setiap seminggu sekali untuk membersihkan kotoran yang tersangkut di ujung sapu.

Membersihkan sapu cukup mudah, celupkan ujung sapu ke dalam seember air hangat, lalu masukkan beberapa tetes sabun cuci piring, dan putar-putar sapu untuk melepaskan kotoran di bawahnya.

Bilas dengan air dan biarkan sapu mengering selama 24 jam sebelum menggunakannya lagi. 

Baca juga: 5 Cara Membersihkan Rumah ala Hotel Profesional

Kain pel

ilustrasi kain pelShutterstock/TSViPhoto ilustrasi kain pel
Selanjutnya, alat pembersih rumah yang perlu dibersihkan rutin adalah kain pel. Kain pel yang sering digunakan dapat berubah warna menjadi kusam dan menumpuk kotoran. 

Karena itu, perlu membersihkan kain pel setiap kali selesai digunakan. Bersihkan kain pel secara manual atau menggunakan tangan.

Mulailah menyingkirkan kotoran yang terlihat dengan jelas atau bilas kain pel di bawah keran air. Kemudian isi ember dengan air hangat dan detergen ringan atau beberapa tetes sabun cuci piring, rendam kain pel selama 10-15 menit, dan bilas di bawah air mengalir untuk membersihkan sisa sabun dan kotoran.

Setelah itu, gantung kain pel hingga benar-benar kering sebelum menggunakannya kembali atau menysimpan. 

Baca juga: 6 Manfaat Minyak Esensial untuk Membersihkan Rumah

Spons

Menurut penelitian yang dilakuka pada 2022, spons dapat menampung banyak bakteri hingga 54 miliar per sentimeter kubik dan pembersihan sebanyak apa pun tidak akan membuatnya aman digunakan dalam jangka panjang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau