JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam melakukan tugas membersihkan rumah, membutuhkan alat pembersihan, seperti kain pel, vacuum cleaner atau penyedot debu, sapu, kain mikrofiber, dan sikat.
Alat pembersih rumah ini membantu tugas membersihkan lebih mudah serta memberikan hasil lebih bersih.
Baca juga: 7 Area dan Benda yang Sering Terlewatkan Saat Membersihkan Rumah
Namun, alat pembersih ini sering terlupakan untuk dibersihkan. Padahal, alat pembersih ini dapat kotor, berbau, dan menyimpan bakteri.
Terus menggunakan alat pembersih yang kotor dapat membuat rumah justru kotor dan menyebarkan bakteri ke berbagai benda serta permukaan.
Maka itu, perlu memasukan tugas membersihkan alat kebersihan ke jadwal pembersihan rumah.
Dikutip dari Real Simple, Kamis (3/10/2024), berikut ini sejumlah alat pembersih rumah yang perlu dibersihkan rutin.
Sapu yang sering digunakan untuk menyapu lantai dapat mengumpulkan debu, rambut, dan kotoran lainnya pada bagian ujung sapu.
Untuk itu, perlu membersihkan secara teratur setiap seminggu sekali untuk membersihkan kotoran yang tersangkut di ujung sapu.
Membersihkan sapu cukup mudah, celupkan ujung sapu ke dalam seember air hangat, lalu masukkan beberapa tetes sabun cuci piring, dan putar-putar sapu untuk melepaskan kotoran di bawahnya.
Bilas dengan air dan biarkan sapu mengering selama 24 jam sebelum menggunakannya lagi.
Baca juga: 5 Cara Membersihkan Rumah ala Hotel Profesional
ilustrasi kain pelKarena itu, perlu membersihkan kain pel setiap kali selesai digunakan. Bersihkan kain pel secara manual atau menggunakan tangan.
Mulailah menyingkirkan kotoran yang terlihat dengan jelas atau bilas kain pel di bawah keran air. Kemudian isi ember dengan air hangat dan detergen ringan atau beberapa tetes sabun cuci piring, rendam kain pel selama 10-15 menit, dan bilas di bawah air mengalir untuk membersihkan sisa sabun dan kotoran.
Setelah itu, gantung kain pel hingga benar-benar kering sebelum menggunakannya kembali atau menysimpan.
Baca juga: 6 Manfaat Minyak Esensial untuk Membersihkan Rumah
Menurut penelitian yang dilakuka pada 2022, spons dapat menampung banyak bakteri hingga 54 miliar per sentimeter kubik dan pembersihan sebanyak apa pun tidak akan membuatnya aman digunakan dalam jangka panjang.