Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Benda Paling Kotor di Dapur dan Cara Membersihkannya

Kompas.com, 8 Oktober 2024, 07:52 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kita menghabiskan begitu banyak waktu di dapur untuk memasak, makan bersama keluarga, serta mencuci berbagai perlengkapan masak dan makan.

Tak heran, jika dapur menjadi tempat paling kotor di rumah setiap harinya dan perlu mendapat pembersihan lebih. 

Baca juga: 8 Peralatan Masak yang Wajib Ada di Dapur

Meski ada beberapa area dan peralatan yang rutin dibersihkan, beberapa sudut dan celah terkotor di dapur kerap luput dari perhatian, seperti keran air yang disentuh setelah memotong ayam atau rempah-rempah di tengah memasak.

Faktanya, benda-benda yang paling tidak kita duga untuk menemukan kuman yang bersarang sebenarnya adalah sarang tersembunyi untuk berkembang biaknya bakteri. 

Maka itu, menjaga kebersihan di dapur sangat penting untuk mencegah kontaminasi silang serta memastikan lingkungan aman dan sehat. 

Nah, disadur dari Martha Stewart dan Tom's Guide, Selasa (8/10/2024), berikut beberapa benda paling kotor di dapur menurut para ahli. 

Baca juga: 7 Benda Dapur yang Aman Dibersihkan dengan Lemon

Spons pencuci piring

ilustrasi spons cuci piringPixabay/RitaE ilustrasi spons cuci piring
Spons digunakan untuk membersihkan piring kotor, wajan, panci, sendok, dan permukaan. Hal ini berarti spons pencuci piring harus bersih, bukan?

Namun, tugas ini membuat spons mudah kotor. Saat sibuk membersihkan benda-benda di dapur, spons mengumpulkan ratusan spesies bakteri.

Hal ini karena permukaan spons sangat berpori dan selalu lembap, yang menjadi tempat ideal untuk bakteri, seperti E-coli, mikroorganisme, dan kuman-kuman lainnya, berkembang biak. 

Marla Mock, Presiden Molly Maid--perusahaan yang bergerak di bidang jasa kebersihan--mengatakan membersihkan spons secara teratur membantu menghilangkan penyebaran bakteri.

"Jika menggunakan spons kotor, efektivitasnya akan berkurang dan apa yang Anda bersihkan tidak akan bersih, bahkan bisa jadi lebih kotor,” ujar Mock. 

Ditambah, sebuah penelitian di Arizona menemukan spons yang sederhana itu bisa 200 ribu kali lebih kotor daripada dudukan kloset.

Aturan umum yang bisa dijadikan patokan adalah membuang spons setelah dua minggu atau membersihkannya setelah digunakan dengan merendamnya dalam larutan pemutih selama lima menit.

Baca juga: 7 Benda yang Tidak Boleh Disimpan di Atas Meja Dapur 

Wastafel 

Meski selalu terendam air sepanjang hari, wastafel nyatanya menempati urutan kedua sebagai benda paling kotor di dapur.  

Mulai dari, piring dan tangan yang kotor hingga membilas sayuran, daging, bahkan peralatan kecil, kita mencuci hampir semua yang ada di dalam wastafel. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau