Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Semprotan Pembersih Debu dengan Bahan-bahan Sederhana

Kompas.com, 13 Oktober 2024, 07:55 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Debu tidak butuh waktu lama untuk menumpuk di rak, meja dapur, dan area-area lain di seluruh rumah. Untuk memudahkan pembersihan permukaan yang kotor, kamu bisa menggunakan semprotan pembersih debu buatan sendiri.

Meski dibuat dari bahan-bahan sederhana, semprotan tersebut dapat membantu mendisinfeksi barang-barang yang dipenuhi debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau kotoran lainnya.

Dengan demikian, kamu juga bisa lebih hemat karena tidak harus selalu membeli pembersih debu di supermarket.

Baca juga: Catat, Ini Durasi Menyedot Debu dan Mengepel Lantai Menurut Ahli

Cara membuat semprotan pembersih debu

Membuat semprotan pembersih debu sangat mudah dan efektif. Bahkan, kamu mungkin sudah memiliki bahan-bahan utamanya di rumah.

Mengutip The Spruce, Minggu (13/10/2024), berikut adalah cara membuat semprotan pembersih debu:

  • Campurkan 240 ml air, 120 ml cuka putih suling, dan dua sendok makan minyak zaitun ke dalam botol semprot kecil. Kocok semua bahan hingga tercampur.
  • Kamu bisa juga menambahkan beberapa tetes sabun cuci piring dan 10 hingga 12 tetes minyak esensial (seperti lemon, lavender, atau jeruk manis).
  • Kocok kembali bahan-bahan agar larut dan tercampur merata.

Baca juga: 7 Cara Mencegah Penumpukan Debu dengan Mudah

Untuk menggunakan pembersih ini, cukup semprotkan secara langsung pada permukaan yang berdebu, lalu bersihkan kotoran dengan kain mikrofiber kering.

Pastikan untuk mengocok semprotan debu terlebih dahuly sebelum digunakan karena ada kandungan minyak dan air yang akan terpisah jika dibiarkan.

Apakah semprotan debu buatan sendiri benar-benar efektif?

Ilustrasi.PIXABAY/SQUIRREL_PHOTOS Ilustrasi.

Setiap bahan dalam semprotan pembersih debu ini dapat memberikan manfaat spesifik untuk membantu menghilangkan debu di sekitar rumah, mendisinfeksi permukaan, dan mencegah debu menumpuk dengan cepat.

Baca juga: 6 Penyebab Alat Penyedot Debu Bau, Apa Saja?

Pertama, cuka putih merupakan bahan umum untuk banyak produk pembersih rumahan karena cuka merupakan disinfektan alami. Bahan penting ini memecah lemak dan bakteri, sehingga dapat membantu membersihkan permukaan di seluruh rumah.

Kemudian, ada minyak zaitun berfungsi sebagai lapisan pelindung dalam semprotan pembersih debu. Minyak zaitun bekerja dengan memperlambat penumpukan debu dan menjaga permukaan tetap bersih lebih lama. Selain itu, minyak zaitun memberikan tampilan yang mengilap pada permukaan.

Untuk sabun cuci piring, sebenarnya, bahan ini tidak mutlak diperlukan dalam membuat semprotan pembersih debu. Namun, jika digunakan, bahan ini dapat memberikan daya pembersihan tambahan.

Baca juga: Hindari, Ini 6 Kesalahan Menyedot Debu yang Bikin Rumah Lebih Kotor

Terakhir, minyak esensial juga merupakan bahan tambahan lainnya untuk pembersih rumahan. Minyak ini memberikan aroma segar dan menenangkan setelah pembersihan. Minyak esensial juga dapat meredakan bau cuka yang kuat dalam semprotan pembersih debu ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau