Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 31 Oktober 2024, 17:00 WIB
Dena Sari Dewi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lemari pakaian yang terlalu penuh dapat membuat sirkulasi udara tidak berjalan lancar, yang akhirnya menyebabkan bau apak. 

Bau apak ini juga akan menempel pada barang-barang yang disimpan dalam lemari, bahkan lama-kelamaan menimbulkan jamur yang akhinya merusak pakaian dan barang lainnya. 

Baca juga: 8 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Lemari Pakaian

Maka itu, perlu mengatasi segera mengatasi bau apak dari lemari pakaian 

Dirangkum dari Love to Know, Kamis (31/10/2024), berikut cara menghilangkan bau apak darii lemari pakaian. 

Bersihkan bagian dalam lemari

Ilustrasi lemari pakaian.Shutterstock/Danielcc Ilustrasi lemari pakaian.
Langkah pertama adalah membersihkan bagian dalam lemari pakaian. Kosongkan lemari pakaian dan bersihkan bagian dalamnya, lalu cuci barang-barang yang ada di dalamnya.

Berikan aroma tambahan

Untuk memberikan aroma tambahan, taruh sekantung lavender kering atau aroma favorit untuk menghilangkan bau apak dari lemari pakaian. 

Baca juga: 6 Hal yang Dapat Menarik Ngengat ke Lemari Pakaian

Gunakan potpourri

Selanjutnya, cara menghilangkan bau apak dari lemari pakaian adalah menggunakan potpourri. Potpourri adalah pengharum alami dari bahan herbal yang dikeringkan untuk digunakan di ruangan.

Namun, potpourri juga dapat digunakan untuk menghilangkan bau apak di dalam lemari. Caranya, cukup letakkan potpourri di dalam lemari dan aroma harum akan mengisi bagian dalam lemari.

Semprot parfum

Cukup semprotkan parfum di dalam lemari dan pakaian atau barang lainnya yang terkena bau apak. Bau parfum akan kembali menyegarkan dan mengharumkan pakaian. 

Baca juga: 6 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Lemari Pakaian, Ini Alasannya 

Semprotan cuka

Cuka ampuh melawan bau tak sedap. Caranya, campurkan satu bagian cuka dengan empat bagian air dalam botol semprot, kemudian semprotkan pada lemari pakaian yang pengap. Ulangi sesuai kebutuhan. 

Gunakan ampas kopi

Bubuk kopi dikenal dapat menyerap bau tak sedap, termasuk bau dari lemari pakaian. Letakkan bubuk kopi dan taruh dalam mangkuk atau wadah plastik, lalu letakkan di dalam lemari pakaian untuk menyerap bau apak. 

Baca juga: 6 Cara Memaksimalkan Ruang di Lemari Pakaian agar Tidak Berantakan 

Gunakan kapur barus

Kapur barus membantu mengurangi kelembapan serta menghilangkan bau apak di dalam lemari. Cukup letakkan beberapa kapur barus di dalam lemari pakaian dan sela-sela pakaian.

Gunakan arang aktif

Terakhir, cara menghilangkan bau apak dari lemari pakaian adalah menggunakan arang aktif. Arang aktif mampu menyerap bau apak dari lemari pakaian dengan sangat baik. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau