Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Hal yang Membuat Kamar Mandi Terlihat Berantakan

Kompas.com, 12 November 2024, 07:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Di banyak rumah, kamar mandi biasanya merupakan ruangan yang lebih kecil dibanding ruang lainnya. 

Meski begitu, penting memperhatikan kebersihan dan kerapian kamar mandi. Pasalnya, jika tidak, kekacauan sekecil apa pun bisa membuat kamar mandi terlihat berantakan dan lebih kecil dari ukuran sebenarnya. 

Baca juga: 4 Penyebab Saluran Pembuangan Kamar Mandi Bau Telur Busuk, Bahayakah?

Dari laci-laci yang penuh dengan peralatan mandi hingga permukaan shower yang dipenuhi botol sampo, ada banyak kekacauan yang membuat kamar mandi tampak berantakan.

Beberapa pengelola profesional membagikan beberapa hal yang membuat kamar mandi terlihat berantakan dan menawarkan solusi penyimpanan untuk mengatasinya. 

Nah, dikutip dari The Spruce, Selasa (12/11/2024), berikut sejumlah hal yang membuat kamar mandi terlihat berantakan menurut para ahli. 

Meja yang berantakan

ilustrasi kamar mandi dengan marmerShutterstock/Followtheflow ilustrasi kamar mandi dengan marmer
Carol Appelbaum, organisator profesional dan pendiri Luxury Pro Organizer, mengatakan sangat mudah membiarkan perlengkapan mandi, makeup, dan peralatan rambut menumpuk di atas meja. 

Meski bagian kamar mandi lainnya bersih, meja yang berantakan dapat membuat kamar mandi terasa tidak teratur. 

Untuk mengatasi masalah ini, Appelbaum merekomendasikan berinvestasi pada solusi penyimpanan yang menarik. Pertimbangkan melihat teknik pengorganisasian spa untuk mendapatkan inspirasi.

“Banyak konter pajangan produk mewah, butik dan spa membuat sketsa dekoratif dengan menggunakan baki, alas, dan keranjang yang indah,” katanya.

Meniru pajangan ini di kamar mandi Anda sendiri dapat membuat perlengkapan mandi tampak rapi dan teratur. Namun, jangan biarkan terlalu banyak barang untuk dikoleksi. Sebaliknya, pilih memajang barang-barang yang paling sering digunakan. 

Baca juga: 9 Tanaman Hias yang Menyukai Kelembapan Tinggi, Tumbuh Subur di Kamar Mandi

Laci yang penuh

Selanjutnya, hal yang membuat kamar mandi terlihat berantakan adalah laci yang penuh. Hal ini juga membuat kesulitan menemukan apa yang dicari, terutama jika terburu-buru pada pagi hari.

Menurut Courtney Cummings, organisator profesional dan pendiri The Stylish Organizer, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan menggunakan dan membutuhkan semua produk dan barang yang ada di dalam laci.

“Jika tidak dapat mengingat kapan terakhir kali membeli atau menggunakan produk wajah, lebih baik buang saja,” ucapnya.

Selanjutnya, buat beberapa penyimpanan kamar mandi dengan menambahkan pengatur laci bening untuk mengkotak-kotakkan dan menampung barang-barang.

Tempat sampah bening sangat bagus untuk melihat semua barang dan mudah dibersihkan dengan lap basah. 

Baca juga: Cara Membasmi Cacing di Kamar Mandi dengan Ampuh

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau